Ilustrasi
JEJAKNTB.COM | Dugaan kasus perselisihan hubungan industrial antara Bu Misdah dengan pihak BPR NTB PERSERODA Kantor Cabang Soriutu Kabupaten Dompu, berinisial QM kini makin membuat publik penasaran. QM diduga membuat surat kontroversial kepada debiturnya yang dianggap menunggak padahal sejatinya tidak ada tunggakan.
Sesuai dengan judul berita sebelumnya yang ditayangkan jejakntb.com tertanggal 17 Februari lalu dengan judul Pimpinan BPR Soriutu Dompu kirim surat mediasi yang diduga ‘Mal-Admint’ ke korban PHK sepihak rupanya ditanggapi dan dibaca pihak BPR NTB PERSERODA dengan melakukan skorsing terhadap BPR NTB SORIUTU yakni Pemimpin Cabang dan satu rekan kerjanya.
Informasi tersebut disampaikan saksi korban, Misdah (49) warga Montabaru Kelurahan Woja Kabupaten Dompu, Kamis 20 Februari 2025 yang dikirim ke redaksi JejakNTB.
” Alhamdulillah saya dapat informasi sejak Senin kemarin pemimpin cabang BPR NTB Cabang Soriutu Dompu berinisial QM resmi di skorsing dari tempat kerjanya,” ungkapnya.
Sementara Sekertaris Wilayah BPR NTB PERSERODA Pusat untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Ade yang dikonfirmasi media ini Rabu (19/2) belum menanggapi informasi yang dikemukakan korban dugaan kejahatan perbankan dan perselisihan hubungan industrial yang telah berlangsung hampir enam tahun itu.
Pemicu diskorsingnya QM dan rekannya diduga dan dipicu Berawal dari surat dengan nomor 26.02.KC.039/BPR-NTB/2025 yang dibuat Pemimpin Cabang berinisial QM tertanggal 11 Februari 2025 perihal Undangan Mediasi Penyelesaian Kewajiban Tunggakan Kredit kepada saudari Debitur an. Misdah dengan penanggungjawab H Ramli.

Tujuan utama pertemuan itu berdasarkan isi suratnya bertujuan untuk mencari solusi terbaik dalam penyelesaian pelunasan kewajiban namun tidak dihadiri pihak debitur dengan alasan surat itu cacat hukum.
” Hari ini mereka tagih kewajiban sementara hak hak saya di bank itu diabaikan, selain itu banyak hal terkait hak debitur yang sengaja diduga diabaikan selama hampir enam tahun lamanya,” beber Misdah selaku debitur kepada JejakNTB.
Sebagai informasi, kasus ini belum clear dan mencapai titik terang, selain itu diduga kasusnya stagnan meski sudah dilaporkan dan disomasi penasehat hukumnya entah kapan perselisihan hubungan industrial dan dugaan kejahatan perbankan ini selesai, wallaahuallam bishawab.
Eks. Pemimpin Cabang BPR NTB PERSERODA Kantor Cabang Soriutu, berinisial QM yang dikonfirmasi media tidak menanggapi bahkan kembali memblokir nomor redaksi yang kedua kalinya.
Skorsing adalah pemberhentian karyawan dari pekerjaannya untuk sementara waktu karena pelanggaran tertentu. Selama masa skorsing, hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan masih terjalin.
Penasehat Hukum Misdah, Setyaningrum Hs, SH yang dikonfirmasi media mendengar kabar QM di skorsing menurutnya hal yang lumrah, ” Baguslah itu, supaya semua pihak lebih berhati-hati lagi dalam segala hal , pekerjaan itu punya resiko dan konsekuensinya jika kita teliti iya begitu,” ucap Advokat sukses yang sudah menguasai Mataram ini pada JejakNTB.
Pengacara yang karib disapa Ningrum ini bertekad untuk mengusut dugaan perselisihan hubungan industrial dan kejahatan perbankan ini hingga ke akar akarnya, ” Actori Incumbit Probatio, Actori Onus Probandi,” pungkasnya.
Pihak BPR NTB PERSERODA yang beralamat di Ampenan Mataram yang dikonfirmasi media ini melalui Fata selaku Kepala Divisi Operasional Bank BPR NTB PERSERODA tidak mengangkat telepon redaksi namun sejurus kemudian beliau menulis di chat nya.
“ooh ya selamat pagi.. mohon maaf kebetulan sy sedang menghadiri diklat pak..,” tulis seorang pria yang mengaku bernama Fata.
Saat ditanya nama lengkapnya, pria tersebut hanya menjawab fata . dan tatkala JejakNTB mengutarakan maksud dan tujuan mengkonfirmasi persoalan internal nya justru balik bertanya ke redaksi.
“Saya dengan fata pak, Mhon ijin pak konfirmasi terkait apa ya ??,” elaknya
Tak sampai disitu saja, media mencoba mengkroscek kebenaran dan sejauhmana penanganan kasus ini.
“ijin pak boleh kami selesaikan diklat dlu.. nanti kami konfirmasi dlu ke direksi,” tutup pria itu sembari mengirimkan sebuah gambar guna menguatkan dirinya yang sedang beraktivitas.
(Tim)




















