Beredar Video Kegaduhan Pasien RSUD Bima di FB, Ternyata Ini Biangnya !

JEJAKNTB.COM |Beredar di Facebook perkelahian sejumlah pengunjung RSUD Bima yang disiarkan langsung sebuah akun Bung Alex. Kejadian tersebut terekam menggunakan reel yang ditayangkan beberapa saat lalu didepan ruang VIP RSUD Bima yang berlokasi di Kelurahan Rabadompu Wilayah Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, Senin (17/2).

Terpantau Kericuhan di depan VIP  diduga berawal dari ulah penjual kopi yang kurang beretika kepada salah satu keluarga pembesuk pasien.

Termonitor dalam reel, Aksi saling dorong dan pukul dominan dilakukan kaum hawa yang merasa kesal Mereka dalam LIVE itu begitu agresif membela kehormatan diri dan keluarganya dan sayangnya perkelahian itu luput dari pantauan security maupun petugas serta pegawai RSUD Bima.

Kegaduhan sejumlah pengunjung RSUD Bima tersebut belum diketahui jelas apa faktor yang memicunya. Namun media ini tak kehabisan akal menggali informasi terkait viral nya aksi baku hantam di sebuah tempat layanan publik yang seharusnya melayani pasien secara baik dan sesuai tupoksi minimal aksi nekat ibu ibu itu ada yang melerai .

Ironisnya yang melerai dalam tayangan video jelas sekali bukan dari petugas RS melainkan warga sekitar yang melihat kejadian dan turut berempati atas peristiwa tersebut.

Informasi yang diserap media berdasarkan pengakuan anaknya yang bernama Mina, kasus tersebut berawal dari ketidaknyamanan yang terjadi antara keluarga pasien dan penjual kopi di sekitar RSUD.

Pedagang/penjual kopi sekitar RS membuat ulah dan ketidaknyamanan terhadap warga dan keluarga yang hendak berobat ke rumah sakit

Mina yang juga berasal dari Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima itu menuturkan awalnya penjual kopi yang diduga menciptakan ketidaknyamanan pada keluarga besar Ngali yang tengah mengantar keluarga yang sakit untuk dirawat inap di RSUD Bima.

“Begini pak wartawan, Abu saya mau beli kopi terus dia ajak abu saya tidur, terus itu dia (pedagang kopi.red) meneriaki abu saya didepan umum, kalau abu saya itu hendak memperkosanya, padahal tidak. Nah, itulah awal mulanya masalahnya makanya kita selaku anak -anaknya marah dan bereaksi secara spontan,” ungkap Mina pada JejakNTB, Senin sore (17/2).

Masih Mina, penjual kopi itu tidak punya hubungan bahkan tidak pernah saling kenal namun tiba tiba saja bersikap yang tidak beretika seperti itu. Bahkan istri Abu yakni orang tua dari Mina alias ibunya pun dianiaya ibu penjual kopi tersebut.

“Pertama na siang terus kita lapor dulu ke satpam jangan dulu jualan dia itu.tapi satpam nya ngak hiraukan kita makanya kita bertindak atas kenyamanan orang tua,” ungkapnya

Mina mengaku sebelum nya dia dan saudaranya tidak sedang berada di TKP namun ditelfon sang ibu yang tengah dianiaya terduga pelaku yakni penjual kopi sehingga ibu berinisiatif menelepon anak anak dan keluarganya yang masih berada di Ngali.

Spontan anak anaknya yang rata rata perempuan langsung memukuli oknum penjual kopi secara beramai bahkan menggunakan helm.

Sementara oknum penjual kopi hingga kini belum bisa dihubungi atau dimintain keterangan terkait aksinya yang membuat pasien dan keluarganya tidak nyaman.

Terpantau aksi berani yang dilakukannya karena merasa kesal saja dan kecewa dengan sikap pihak security yang tidak mengindahkan usulan keluarga pasien.

Sebagai informasi, RSUD Bima yang berada di dekat lapangan merdeka kota Bima itu sangat padat dan berkerumun dengan pedagang asongan maupun tukang parkir liar yang kerap menyesaki keluarga pasien sehingga membuat rasa tidak nyaman pada para pengunjung.

Hal tersebut diakui oleh salah seorang pengunjung rumah sakit, bernama Mariam (45) warga Wera menuturkan pada media bahwa di RSUD banyak keluhan.

“Mulai dari petugas parkir hingga asongan tidak atau kurang beretika bahkan terkesan mengganggu keluarga pasien dengan cara membebani,” bebernya

Ia mengaku pernah dipaksa bayar parkir setiap keluar masuk, ” Tukang parkir nya pun banyak yang liar bahkan diduga hasil recehan parkiran diduga dipakai buat minum palingan,”

Beragam tanggapan netizen dan warganet terkait aksi nekad sejumlah kaum hawa tersebut, ada yang mencibir bahkan tak sedikit yang merasa bingung dengan status postingan yang ditayangkan akun Facebook Bung Alex karena caption nya kurang begitu jelas narasi dan diksi kejadiannya.

Sementara pihak RSUD Bima yang dihubungi melalui akun medsos maupun hunting aduan nya terkait beredarnya video kegaduhan di depan Ruang VIP belum terkonfirmasi, kejadian ini merupakan kali pertama rumah sakit dijadikan ajang berkelahi bukan tempat memanjatkan doa dan meratapi pasien yang tengah berjuang mengatasi penyakit demi kesembuhan (*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top