Debat Pilkada Seru, AKJ Ditengarai Salah Sebut luas lahan petani jagung di Akhir Debat

DOMPU, JEJAKNTB| Debat Perdana pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu yang digelar pada Senin, (11/11) menyajikan momen tak terduga yang langsung jadi perbincangan hangat. Kader Jaelani yang lebih akrab disapa AKJ atau Abi Jio, membuat blunder saat menanyakan dan menanggapi dalam sesi pendalaman materi terkait data Pertanian yang dinilai banyak pihak manipulatif dan fiktif, dan ini langsung menarik perhatian publik.

Dengan literasi yang belum begitu lancar dan fasih paslon nomor urut 2 mencoba meyakinkan publik namun sayangnya diduga data tersebut ditengarai data ilegal namun terlanjur disebutkan dalam acara debat tersebut.

” Baik tadi Paslon nomor urut 1 sampaikan data lahan petani jagung itu sebanyak 50 ribu hektar are yaa , padahal lahannya setahu kami 95 ribu hektar are itu data yang pasti,” ucap AKJ yang diteriakin sejumlah hadirin dan tamu undangan di Aula Debat Perdana Pilkada Dompu.

Momentum ini setelah moderator Khanza memberikan waktu dan kesempatan kepada paslon dua untuk merespon jawaban dari pasangan calon urutan 1 terkait masalah pertanian.

Kekeliruan ini bukan hanya jadi lelucon dalam ruangan debat yang berlangsung di KPUD Dompu, tetapi juga viral di media sosial. Netizen pun beramai-ramai memperbincangkannya, menilai bahwa momen tersebut menegaskan incumbent ternyata tidak teliti dan kurang cermat memahami data padahal sudah satu periode menjabat. Banyak pihak menilai ucapan itu adalah cerminan dan kualitas Paslon yang sesungguhnya.

Debat ini menjadi momentum krusial bagi masing-masing pasangan calon untuk memaparkan visi misi mereka dalam memajukan Kabupaten Dompu. Ini adalah peluang emas bagi para calon untuk menunjukkan kepada publik siapa yang paling layak memimpin Kabupaten yang berjulukan Bumi Nggahi Rawi Pahu lima tahun kedepan.

Diketahui, Kader Jaelani  adalah Incumbent yang kembali maju sebagai calon Bupati berpasangan dengan Haji Syahrul Parsan dengan nomor urut 2. Sementara itu nomor satu diisi oleh Bambang Firdaus dan Sirajuddin. Dompu hanya memiliki dua pasangan calon atau head to head. Keduanya memiliki program dan pendekatan yang berbeda dalam merencanakan kemajuan bagi Kabupaten Dompu dan tadi malam keduanya telah menunjukkan kwalitas dan mutunya masing-masing.

Doktor Syarifuddin Hasan asal Desa Daha Kecamatan Hu’u dalam akun Facebook nya pun menyoroti hasil debat paslon semalam yang telah berlangsung seru dan panas bahkan nyaris adu jotos.

“Belajar Memahami Masalah Berbasis Data, Asal-asalan menyampaikan data, bisa berakibat fatal bahkan berujung penjara. Berikut Data Lahan Panen Jagung Dompu ya.,”tulisnya

“Mulai bekerja lah dengan big data yang udah terintegrasi berbasis teknologi informasi, bahaya kalau selevel kepala daerah salah menyampaikan data pada publik. Banyak penafsiran negatif dan berujung pada pelanggaran UU keterbukaan informasi. Hahahaa.,” tambahnya lagi di kolom komentar

Dosen UIIKA Bogor itu menyarankan Calon Kepala Daerah untuk berhati-hati menyampaikan data apalagi dalam momentum acara debat resmi dalam rangka ingin memimpin.

“Kurnia Ramadhan II Pernyataan yang melegalkan lahan ilegal, bahaya bang hahahaa. WALHI sangat suka ne barang wkwkwkwk,” selorohnya di kolom komentar akunnya yang bernama Syarifuddin Hasan yang lagi ramai dan viral.

Tidak hanya Doktor Syarifuddin Hasan, Akun Kurnia Ramadhan II pun menimpalinya, “Data 95.000 hektar are, yang disampaikan oleh pihak sebelah asalnya atau sumbernya dari mana..? Kok membantah yang benar dengan ngeyel lagi.,” tulis Kurnia.

Pantauan media secara daring debat tersebut sangat seru dan panas bahkan saling serang keduanya tak terhindarkan beruntung kesigapan Khanza seorang moderator handal mampu atasi dinamika yang terjadi.

(*)

 

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top