SUMBAWA BARAT, JEJAKNTB| Suasana debat publik perdana Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat (Pilbup-Pilwabup) -KSB periode 2024 – 2029 yang telah sukses berlangsung dinamis di Bukit Bintang, Bumi Pariri Lema Bariri, Sabtu (Malam Minggu) 09 November 2024 meninggalkan kesan yang mendalam. Keempat Pasangan Calon (Paslon) terlibat dalam diskusi yang konstruktif saat membahas visi misi dan program unggulan mereka guna memajukan Sumbawa Barat yang lebih baik dan lebih berperadaban.
” Kami Paslon 1 paket Amanah dengan Tagline KSB Maju dan Luar Biasa, Visi kami terwujudnya KSB luar biasa menuju transformasi kesejahteraan masyarakat Sumbawa Barat,dalam menyusun visi misi kami jelas punya acuan” ucap Paslon urutan pertama mengawali.
Giliran pasangan Alim-Nasir menyatakan, “Sambutan kami akan kami berikan dengan judul Sumbawa Barat Menggugat, sudah 2 dekade KSB ini berdiri atas cita cita mulia untuk memperpendek rentang kendali pelayanan guna mempercepat kesejahteraan masyarakat terwujud tetapi sampai hari ini kita masih melihat kesenjangan yang begitu tinggi, Alim-Nasir kini membawa harapan baru,” ucap Paslon urutan kedua.
Paslon Ketiga Nurramdhan Cahaya Perubahan “Mewujudkan KSB Fitrah dalam transparansi hukum, kedua mewujudkan KSB Fitrah dalam reformasi birokrasi, ketiga mewujudkan KSB Fitrah dalam integrasi ekonomi. Inilah yang kami sebut dengan Trisula Unru (Tiga Usulan Untuk Rakyat Unggul),” ucap paslon dengan urutan ketiga.
Sementara Paslon keempat” Visi kami mewujudkan Sumbawa Barat hebat dan bermartabat, dan dalam visi ini kami jabarkan dalam misi mewujudkan transformasi ekonomi yang berkeadilan, dan inklusif. Kedua, mewujudkan infrastruktur mantap dan berkualitas serta Mewujudkan kelestarian lingkungan yang bebas sampah atau Zero-Waste serta dari visi misi diatas akan kami jabarkan dalam program pro rakyat,” tandas pasangan urutan terakhir.
Moderator debat, Fakhrurrozi, berhasil memanage debat dan mengemasnya dalam debat yang sangat cerdas dan bernas dimana semua pasangan calon bisa saling bertanya dan adu argumentasi yang konstruktif bahkan saking seriusnya adegan debat selalu mengundang histeria para tim dan relawan yang ada dalam aula. ” Mohon tamu undangan tetap tenang dan hindari teriakan maupun suara keras,” tegasnya sesekali dalam menuntun diskusi tersebut.
Debat publik yang disiarkan secara daring dan langsung oleh TVRI Nasional ini mengangkat tema sentral Kemandirian Ekonomi, Kemantapan Infrastruktur dan Pelestarian lingkungan hidup. Tema yang sangat tepat dengan kondisi KSB saat ini yang diambang kebangkrutan.
Turut menyaksikan debat perdana yang cukup signifikan tersebut diantaranya, Dr Ibrahim Ali, M.Sc dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Burhanuddin, S.Pd., M.Hum mewakili Universitas Mataram, dan Dr.Sabaruddin mewakili professional/Commisaris Creative. Ketiganya hadir dengan kapasitas panelis acara debat yang diselenggarakan KPU Daerah Sumbawa Barat.
Salah satu Tim Pengamat Politik dari Universitas Mataram, Prof. Dr. Suryadi, M.Si memantau secara daring menilai debat berlangsung sangat substansif. “Para kandidat mampu memaparkan programnya dengan baik, meski masih ada yang terjebak dalam janji janji politik praktisnya bahkan terkesan membela diri saat mereka menjabat namun ada juga yang sangat konkret dengan kontrak politik yang sangat bagus,” ujarnya.
Debat berlangsung selama tiga jam dan dihadiri sekitar 200 undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi dan perwakilan partai politik. Pengamanan debat diperketat dengan melibatkan sejumlah personil dari Makopolres Sumbawa Barat.
Sedangkan Muhammad Imran, S.HI., MA., MH Akademisi Universitas Cordova melihat debat ini sebagai sesuatu yang sangat luarbiasa,” Ini merupakan sebuah proses demokrasi yang sudah bagus saya kira, jadi ide gagasan berkaitan kemandirian ekonomi alhamdulilah pasangan jangan calon telah memberikan gagasan – gagasan cerdasnya dan saya yakin dengan model debat yang barusan terjadi sangat bagus dan bakal membawa perubahan kearah yang lebih baik,” pungkasnya.
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) KSB, melalui Pimpinannya Herman Jayadi, S.AP mengapresiasi debat yang telah sukses berjalan di Bukit Bintang.
” Ini bagian dari edukasi dan pemahaman politik pilkada buat masyarakat agar lebih memahami figur dan paslon yang akan mereka pilih sebagai pemimpinnya lima tahun kedepan dan kami akan menjadwalkan lagi debat publik kedua dalam waktu yang tidak terlalu lama,”tutupnya.
Senada dengan diatas, Analis Kebijakan Publik dari Yayasan Bina Massa Cendekia NTB, Nukman, SH.,M.Si., menyimpulkan debat perdana yang baru saja digelar sangat baik dan bermanfaat guna membangun kesadaran masyarakat terhadap suksesi kepemimpinan daerah.
” Suasana debatnya sangat berkelas, malah mengalahkan debat gubernuran, grade-nya tinggi , tidak ada saling menyerang malah saling melengkapi serta sangat santun,”ungkapnya.
(***)




















