Kushnarti, S.Pd.,MM.Inov bersama Dr.H.W.Musyafirin ( Bupati KSB )
SUMBAWA BARAT, jejakntb.com |Sosok Kepala Dikbud Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Khusnarti, S.Pd.,MM.Inov yang berhasil merancang strategi kebijakan peningkatan budaya literasi digital yang dikenal dengan sebutan Guru Alo Jango Murid Sumbawa Barat (Go Jamu Sumbar) ternyata membawa implikasi yang sangat positif bagi kemajuan dunia pendidikan dasar dan menengah pada wilayah setempat, hal tersebut diakui oleh salah satu pengawas TK, SD dan SMP yang memuji gebrakan cerdas itu.
“Aplikasi berbasis digital ini mengusung kearifan lokal dengan sebutan Guru Alo Jango Murid Sumbawa Barat (Go Jamu Sumbar). Aplikasi mini tersebut dilengkapi berbagai fitur menarik. Pengawas sekolah mengaku, ada delapan fitur yang nanti akan muncul dalam aplikasi tersebut. Di antaranya, fitur presensi. Setiap siswa yang mengakses web atau aplikasi ini akan diabsen. Dari sekolah mana, nama siswanya, dan buku yang cari jenisnya apa. ’’Fitur ini sebagian kami migrasikan dari laman Kemendikbud menjadi lebih sederhana, tidak ribet ketika nanti diakses oleh siswa atau guru,’’ katanya.
Pengawas tersebut meminta Kementerian yang baru Bapak Mut’i untuk tidak menghapus segala kearifan lokal dunia pendidikan yang telah susah payah digagas di era sebelumnya seperti yang pernah dilakukan Khusnarti dan para guru hebat di Sumbawa Barat.
Menurutnya, Fitur yang diintegrasikan ke dalam web mini milik Dikbud Sumbawa Barat berisi buku paket dan kurikulum. “Kedepannya pak menteri baru jangan melupakan karya -kreatifitas seperti ini karena kedepannya , peserta didik dan guru tidak lagi membeli buku, cukup mengakses web mini yang kita buat, semua jenis buku yang dibutuhkan semua ada disitu dan dalam bentuk PDF,”urainya.
Fitur lain dari web Kemendikbud yang ikut diintegrasikan dalam web mini ini adalah pusat bahasa Indonesia. Buku-buku dongen atau fiksi yang biasa dibaca siswa saat jam istirahat juga bisa diakses secara gratis dalam web mini Dikbud KSB. ’’Ada pertanyaan bagaimana mengakses web Go Jamu Sumbar, itu cukup mudah, cukup melalui Hp,’’ paparnya.
Akses melalui Hp diakuinya paling mudah dan memungkinkan bagi siswa saat ini. Sebab, alat komunikasi canggih ini hampir dimiliki semua siswa. ’’Kita sudah terbitkan surat edaran, memperbolehkan siswa membawa HP di sekolah. Dengan catatan saat akan digunakan, wali kelas, guru atau tenaga pendidik mengawasi secara cermat,’’ ujarnya.
Penggunaan HP di sekolah awalnya sebuah hal yang dianggap tabu. Bahkan masih cukup banyak pihak menganggap penggunaan HP oleh siswa di sekolah akan berdampak negatif. Terutama konten-konten negatif yang mungkin saja diakses bebas siswa. ’’Penggunaan HP dibatasi, tidak bebas. HP baru akan digunakan ketika jam pelajaran saja. Demikian juga saat pergantian jam pelajar, HP tersebut harus diserahkan ke guru mata pelajaran selanjutnya,’’ paparnya .
Fitur lain yang akan disematkan adalah Pusat Layanan Pendidikan. Nantinya siswa bisa mengakses kisi-kisi soal untuk UNBK. ’’Ini sekaligus sebagai simulasi, persiapan anak-anak mengikuti UNBK. Ini juga bisa memangkas waktu pelatihan bagi anak-anak. Karena setiap saat, mereka bisa belajar dari web mini tadi,’’ tandasnya.
Web mini ini akan disematkan juga khusus untuk galeri. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Dikbud maupun seluruh sekolah di KSB. ’’Tujuannya apa, kita memberikan ruang sekolah untuk melakukan berbagai kegiatan atau inovasi dalam pembelajaran, sehingga nanti bisa diakses atau dibaca dan ditiru sekolah lain,’’ tukasnya.
Dia mengakui, era digital saat ini juga berkaitan dengan penggunaan media sosial. Seperti facebook, instagram maupun twitter. Termasuk penggunaan youtube dan beberapa aplikasi medsos lain, misalkan PPID. ’’Aturan-aturan terkait pendidikan, surat menyurat, pengumuman dan lain sebagainya bisa diakses dalam web mini ini. Misalnya, syarat kenaikan pangkat, tak perlu lagi ke BKPSDM cukup akses web mini dari Dikbud,’’ jelasnya.
Nantinya juga dibarengi dengan pembuatan video-video inspiratif. Bisa terkait metode atau inovasi baru dalam pembelajaran. ’’Bagaimana praktek baik dalam kelas itu bisa dikirim dalam web ini. Intinya, kehadiran aplikasi ini memudahkan dan tidak ribet,’’ katanya lagi.
Kehadiran web mini ini akan mempermudah dan mempercepat semua akses yang dibutuhkan. Kemajuan teknologi yang pesat saat ini secara tak langsung memaksa semua pihak harus mampu berinovasi. ’’Ke depan atau jangka panjang, web mini yang kami susun ini bisa menjadi web satu pintu bagi semua kebutuhan di dunia pendidikan. Termasuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) juga bisa diakses dan diketahui melalui web tadi,’’ tukasnya.
Dia menambahkan, aplikasi ini diharapkan dapat berjalan maksimal dalam kurun waktu 2 tahun ke depan. ’’Ini impian kami ke depan. Jangka pendeknya, kita buatkan regulasi dalam bentuk Perbup (Peraturan Bupati), untuk memperbolehkan siswa membawa HP, jangka menengahnya kita buat Perbup dan jangka panjangnya bagaimana ini bisa menjadi Perda (Peraturan Daerah),’’ tambahnya.
Untuk diketahui selain Sumbawa Barat, Dikbud Kabupaten Sumbawa juga sudah membuat aplikasi mini tersebut dan diberinama “Si Gutek” cara kerjanya sama guna memudahkan guru dan siswa berinteraksi dan menambah wawasan maupun pengetahuan serta memotong mata rantai administrasi pembelajaran yang berbelit -belit dan panjang.
(Nukman)




















