Sumardhan, SH, MH Calon Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat
SUMBAWA BARAT| Isu dan rumor peti/kotak kosong jelang Pilkada Sumbawa Barat (KSB) sebagaimana terjadi sepuluh tahun lalu yang beredar dan dihembuskan oknum tak bertanggung jawab sepertinya tidak terbukti dan tidak akan terjadi, pantauan media di lokasi masyarakat KSB saat ini dominan menginginkan adanya perubahan di segala sektor dan lini serta Paslon peserta pilkada sudah klop memenuhi syarat dan unsur termasuk adanya keterwakilan perseorangan merupakan bukti bahwa Pilkada yang akan digelar 27 November mendatang sangat berbeda dengan pilkada yang telah berlalu sepuluh tahun silam.
Hal ini ditegaskan Sumardhan yang saat ini menjadi Calon Wakil Bupati Sumbawa Barat mendampingi M Nur Yasin sebagai Calon Bupati melalui jalur perseorangan atau independen. Praktisi yang juga sebagai akademisi ini sempat menceritakan bagaimana getirnya berusaha maju di bursa pilkada.
” Banyak onak dan durinya mas, namun bisa kita lalui itu seni nya berpolitik,” ungkapnya.
Duet M Nur Yasin dan Sumardhan yang kini fixed berdasarkan penuturannya sebenarnya tidak begitu diharapkan oleh sebagian besar oknum kelompok kepentingan karena dirasakan pasangan ini bakal menjadi penghalang lajunya yang lain dan dikhawatirkan akan menjadi ‘kuda hitam’ dalam kontestasi pilkada serentak.
“Kami yang diharapkan tidak akan lolos namun Allah menentukan lain,” tutur Pemilik Edan Law yang berkantor di Malang – Jatim ini menuturkan.
Fakta di lapangan selama ini, pihak sebelah itu selalu menggambarkan selalu memberikan informasi kepada tim perseorangan bahwa jagoannya tidak akan lolos dalam verifikasi bahan, dan mengatakan justru akan lolos kotak kosong jilid dua,” paparnya sambil menirukan pola yang diterapkan oknum atas pasangan calon independen ini.
Ternyata apa yang disampaikan itu tidaklah benar melainkan secara konkret pasangan Nurramdhan lebih awal dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU serta penyelenggara lainnya.
Akhirnya propaganda manuver kotak/peti kosong jilid dua itu hanya hembusan angin yang tidak ingin pasangan ini maju dan tampil di pilkada serentak.
” Faktualnya seperti itu, duet kita diharapkan tidak lolos oleh pihak tertentu agar misinya sukses terus tetapi tuhan berkata lain, tuhan menentukan serta menunjukkan jalan bahwa Nurramdhan Cahaya Perubahan tetap bersinar walau ada upaya untuk meredupkan cahayanya,” pungkasnya.
Sumardhan mengaku telah berjalan selama tiga tahun di KSB untuk memahami masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat, jadi bukan saat mau pilkada tetapi jauh hari silaturahmi sudah terjalin dengan baik.
” Kita sudah lama berjalan dan kita siap memperbaiki tatanan yang ada, inshaaAllah akan kami buktikan,” ungkapnya.
Informasi diserap media, ternyata dari semua pasangan calon (Paslon) Pilkada KSB hanya pasangan perseorangan yang mempunyai kontrak politik dengan masyarakat
“Iya benar, hanya kami yang punya selain itu nggak ada, karena kami sadar bahwa itu bagian dari point perjuangan, bagian dari usaha dan ikhtiar dalam membangun kesepahaman diawal agar entitas memiliki kesamaan visi dan misi,” tegasnya.
Dijelaskannya, bahwa kontrak politik tersebut merupakan komitmen awal jika pasangan Nurramdhan duduk maka akan benar-benar berkhidmat untuk rakyatnya.
” Saya diminta masyarakat untuk membantu membangun kembali KSB , sosialisasi saya sejak tiga tahun lalu dengan masyarakat jadi bukan baru saat ini dan dari hasil sosialisasi itu hanya kami yang menawarkan kontrak politik,” tandasnya.
Apa yang dimaksud kontrak politik? Jika Nurramdhan nanti jadi Allah akan memberikan amanat pada kami apa saja yang dapat kami lakukan di setiap Desa dan Kelurahan.
“Kontrak politik muncul karena kegamangan masyarakat, dan mengatakan untuk apa turun, kami sudah tidak percaya kepada orang orang politik itu , mereka datang dikala sangat membutuhkan masyarakat tetapi ketika jadi tidak ada realitanya,” ungkapnya.
Rakyat KSB sudah faham dan tidak bisa dialibikan apalagi dininabobokan dengan janji-janji manis.
“Itu yang menjadi landasan mengapa kontrak politik muncul, kami memberikan keyakinan bahwa tidak semuanya saudara saudara kita bisa diakomodir namun dengan adanya pemetaan ini inshaaAllah,” jelasnya.
Tentu yang paling konkret yang kita lakukan pertama tentunya berkaitan dengan pertanian, karena KSB itu yang paling dominan itu Pertanian. Kedua tenaga kerja, tenaga kerja menjadi persoalan besar di KSB. Bahkan ada ucapan masyarakat, kata nya kita punya tambang tetapi rakyatnya kok menganggur semua. Artinya lebih besar menganggurnya daripada bekerja. Kemudian kita punya banyak uang tetapi Desa Daratnya kok jelek sekali. Kemudian berkaitan dengan kesehatan ini penting juga, masyarakat bilang bukan tidak menghormati profesi sekian dari kewajiban mereka tetapi di setiap Kabupaten itu seyogianya punya Rumah Sakit yang bagus, Pelayanannya bagus dan semuanya bagus.
Dan yang keempat kami ingin melakukan perbaikan atas birokrasi, apa perubahannya terhadap birokrasi.
“Kita ingin birokrasi ini profesional diatas adagium the right job on the right man then the right job on the right place bukan sebaliknya contoh kok bisa seorang guru menjadi camat, dan seterusnya itu contoh bahwa hal hal seperti itulah yang kita coba benahi kedepan,”
Kemudian tentang tanah tanah rakyat ini khan banyak mafia disana, terutama di lingkar tambang itu, kita bukan anti pada perusahaan tetapi kita benahi sebab perusahaan itu pemasukan buat daerah tetapi kalau mengakali warga sebagai pemilik lahan itu juga tidak dibenarkan bahkan tidak adil. Padahal kita faham bahwa tambang itu hanya sesaat saja sementara kehidupan rakyat saya itu sampai mati sampai di punyak turun temurun lhoo, itu juga menjadi persoalan dan yang terakhir adalah memperbesar pariwisatanya.
Misalnya kalau di Lombok sudah ada Mandalika nya untuk Kegiatan MotoGP, Sumbawa Besar sudah ada Samota untuk MXGP, dan saya ingin di KSB ini Sport Tourism and Amazing nya adalah Selancar Dunia.,” tutupnya.[Tim]




















