Jika Terpilih, Pasangan Nurramdhan Akan Bikin KSB Melompat Jauh dan Sangat Bermartabat

SUMBAWA BARAT| Pergerakan pasangan calon perseorangan atau independen di Pilkada Sumbawa Barat makin hari makin menyengat dan berserat benar, Sumbawa Barat atau KSB selangkah lebih maju dalam menghadapi kontestasi yang digelar sekali dalam lima tahun itu. Sejumlah pasangan calon sudah kelar mendeklarasikan dirinya tinggal melangkah ke KPU setempat untuk melakukan pendaftaran dan mendapatkan nomor urut sebagai peserta pilkada serentak 27 November mendatang.

Dari beberapa pasangan yang diusung parpol terdapat satu pasangan perseorangan atau independen yang muncul dan ini sangatlah langka bagi Nusa Tenggara Barat dimana pilkada kali ini hanya KSB dari 10 Kabupaten Kota yang berani maju dengan perseorangan level Pilgub NTB aja tidak ada.

Menandakan Pilkada Sumbawa Barat (KSB) berkelas dan tidak sama dengan Mataram, KLU, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Pasangan Nurramdhan yang merupakan akronim dari HM Nur Yasin dan Sumardhan kini menyatakan dirinya telah siap baik lahir maupun batin untuk bertarung merebut hati rakyatnya di Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat.

Pasangan Nurramdhan melalui Sumardhan selaku Calon Wakilnya pada JejakNTB memastikan dirinya bersama pak Bupati HM Nur Yasin sudah sangat siap menata KSB lima tahun kedepan.

Pasangan Nurramdhan sangat massif dan membumi pergerakannya ketimbang lainnya dan telah melakukan persiapan dan sosialisasi selama tiga tahun sebelum masa perkenalan dan jelang pendaftaran.

“Kami tidak hanya mensosialisasikan pilkada tetapi mengharapkan masukan masukan masyarakat apa saja yang harus dibangun dan diadakan , apa saja yang dibenahi ditata dan apa saja yang harus dirubah,” ucap Sumardhan saat dikonfirmasi redaksi.

Ia menambahkan, saat ini bukan waktunya lagi untuk sosialisasi melainkan saatnya untuk berangkat ke KPU guna melakukan pendaftaran.

” Tiga tahun lalu kita sudah bergerak dan saatnya kita kalahkan kesombongan dan kepalsuan,” tandasnya sambil tersenyum.

Terlalu jauh beliau menguraikan bahwa dirinya bersama pak HM Nur Yasin membangun komitmen dari hulu ke hilirnya.

“Nah dari masukan masukan masyarakat itu kita jadikan visi dan misi dan visi misi kami sudah jadi sejak 2 Juli tiga tahun lalu tidak instan dan tidak tiba-tiba, sehingga sampai sekarang yang siap bertarung pagi, siang, sore hingga malam adalah Paslon Nurramdhan kalau yang lain Khan masih merebut SK B1KWK dari sejumlah elite partai sementara Nurramdhan jauh hari sudah dinyatakan Fixed KPU dan Bawaslu serta penyelenggara Pilkada serentak,” urainya.

“Tentu yang paling konkret yang kita lakukan pertama tentunya berkaitan dengan pertanian, karena KSB itu yang paling dominan itu Pertanian. Kedua tenaga kerja, tenaga kerja menjadi persoalan besar di KSB. Bahkan ada ucapan masyarakat, kata nya kita punya tambang tetapi rakyatnya kok menganggur semua. Artinya lebih besar menganggurnya daripada bekerja. Kemudian kita punya banyak uang tetapi Desa Daratnya kok jelek sekali. Kemudian berkaitan dengan kesehatan ini penting juga, masyarakat bilang bukan tidak menghormati profesi sekian dari kewajiban mereka tetapi di setiap Kabupaten itu seyogianya punya Rumah Sakit yang bagus, Pelayanannya bagus dan semuanya bagus.

Dan yang keempat kami ingin melakukan perbaikan atas birokrasi, apa perubahannya terhadap birokrasi.

“Kita ingin birokrasi ini profesional diatas adagium the right job on the right man then the right job on the right place bukan sebaliknya contoh kok bisa seorang guru menjadi camat, dan seterusnya itu contoh bahwa hal hal seperti itulah yang kita coba benahi kedepan,”

Kemudian tentang tanah tanah rakyat ini khan banyak mafia disana, terutama di lingkar tambang itu, kita bukan anti pada perusahaan tetapi kita benahi sebab perusahaan itu pemasukan buat daerah tetapi kalau mengakali warga sebagai pemilik lahan itu juga tidak dibenarkan bahkan tidak adil. Padahal kita faham bahwa tambang itu hanya sesaat saja sementara kehidupan rakyat saya itu sampai mati sampai di punyak turun temurun lhoo, itu juga menjadi persoalan dan yang terakhir adalah memperbesar pariwisatanya.

Misalnya kalau di Lombok sudah ada Mandalika nya untuk Kegiatan MotoGP, Sumbawa Besar sudah ada Samota untuk MXGP, dan saya ingin di KSB ini Sport Tourism and Amazing nya adalah Selancar Dunia.,” pungkasnya.[Nkm]

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top