Rotasi Eselon II Pemprov Menuai Kritikan, Elshabier : ” Rotasi Kebutuhan tapi jangan tiba saat Tiba Akal”

JejakNTB.com | Rotasi Jabatan di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilakukan Sekda Lalu Gita Aryadi, Rabu (4/1) di ruang Rapat BKD terhadap enam pejabat eselon dua dinilai sejumlah fihak tergesa dan belum begitu urgent. Rotasi tersebut diduga syarat kepentingan dan lainnya.

Enam pejabat eselon II yang dikukuhkan Sekertaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),  Lalu Gita Ariyadi oleh sebagian pengamat dan analis kebijakan publik sangat menciderai kebutuhan organisasi dan terkesan pemaksaan terhadap OPD yang ada.

Rotasi diawal tahun 2023 dinilai masih belum terlalu penting mengingat rotasi baru berjalan di awal tahun 2022 bahkan belum sampai bertahun artinya masih sangat parsial adanya.

Analis Kebijakan Publik, Bina Insani Corporation, Elshabier Alghura, S.H.,  melihat pergeseran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di awal tahun 2023 bukannya memacu kemajuan melainkan memicu kembali rendah dan turunnya kinerja satuan kerja dibawah lingkup Pemprov. NTB,

Dia mencontohkan Dinas Diskominfotik Provinsi NTB yang saat di tahun 2022 berjalan hingga januari 2023 dikendalikan Bq. Nelly Yuniarti, AP., M.Si. sukses merealisasikan program kerja dan capaian visi misi NTB Gemilang yang patut di apresiasi,

” Diskominfotik diawaki Nelly sangat luarbiasa progressnya termasuk sukses merubah mindset sehingga kominfo menjadi OPD yang kaya terobosan dan menjadi trigger bagi yang lain, bahkan rekan rekan media dipermudah kerjasamanya hingga traffictnya bagus,” katanya.

Beliau melihat kasus Kominfo sama dengan Disnakeswan dan sangat mempengaruhi kesan kepada publik selain itu rotasi rolling atau offered sebenarnya tidak baik yang meskipun kita beralasan sebuah penyegaran.

” Penyegaran bagaimana, kalau ganti topeng orangnya sama dan itu saja, cara Pemprov NTB mensiasati rotasi dengan hal seperti ini bisa membahayakan kelangsungan birokrasi bahkan ancaman disharmoni yang mengarah ke rasialisme.,” imbuhnya

Sementara Syahrul,  S.Sos., M.M., melihat penempatan kembali Najamuddin yang sebelumnya Kasatpol PP menjadi Kadiskominfo dan kadis merupakan kecelakaan sejarah selama Zul-Rohmi memimpin,

” Rotasi yang sangat naif adanya dan tentu saja Sekda punya kepentingan dibalik ini hanya saja tidak kelihatan dan saya tetap menilai bahwa hal ini bermuatan politis dan mengubah peta harmonisasi antar Kepala OPD,” katanya.

Mantan Kadis Kominfo NTB, Nelly Yuniarti hanya bisa pasrah dengan jabatan barunya sebagai Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

“Saya kira digroup, Saya kira nomornya nya td ada group hehe 🙏🙏 Belum ada dulu, ini sedang out dari group group media dulu karena sudah ada kadis kominfo yangg baru 🙏,” tulis Kak Nelly di whatsapp.

Masih Nelly, dirinya selaku bawahan pada prinsipnya tetap taat azas dan menerima segala keputusan diambil,

“Mohon maaf kami kan bawahan jadi ikut kata pimpinan, pak sekda kan melantik tidak juga menjadi keputusan beliau. Itu keputusan pimpinan dan sudah biasa mutasi di lingkungan ASN 🙏,” ungkapnya.

Mantan Kadis mengirimkan short message service ( sms ) via whatsapp yang maksudnya mengabari bahwa dirinya sudah tidak lagi di Kominfo. (Nkm)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top