Rapat RTL Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting Digelar Diskominfotik NTB, Berikut Catatan dan Solusinya

JejakNTB.com | Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Nusa Tenggara Barat Bq. Nelly Yuniarti, M.Si diwakili oleh KUPT. dan Staf membuka Acara Evaluasi Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting di Nusa Tenggara Barat, Rabu (21/12) bertempat di Aula Pemprov NTB.

Pembukaan rapat evaluasi rencana tindak lanjut Audit Kasus stunting yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan identifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis survailans rutin atau sumber data lainnya.

Tahapan dalam Audit stunting meliputi pembentukan tim audit kasus stunting, pelaksanaan audit dan manajemen pendampingan khususnya berbasis sasaran kepada kelompok sasaran ( calon pengantin/remaja, Ibu Hamil, Ibu Nifas, Baduta dan Balita) dan kasus baduta / balita stunting.

UPT Kominfo mewakili kepala dinas mengatakan apa yang sudah kita dengar dan ketahui bersama bahwasanya jika ingin menurunkan tingkat stunting harus dengan audit kasus dengan demikian kita dapat memperoleh faktor faktor penyebab yang beresiko supaya selanjutnya ada rencana tindak lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, Setidaknya ada beberapa catatan yang telah di highlight oleh perwakilan Diskominfotik NTB antara lain :

1. Angka Stunting yang masih mencapai 16,9% di NTB ini salah satu pemicunya karena masih marak terjadinya kasus ‘merariq kodeq’ (pernikahan usia anak), Itu artinya objek yang menjadi target program adalah para remaja.
2. Dari paparan tim Stunting yang telah disampaikan, belum ada terjadinya strategi komunikasi publik secara segmentatif yang kemudian bisa membantu sentuh serta mengajak seluruh masyarakat untuk “Tahu” bahaya pernikahan usia anak dan nikah pada usia yang terlalu tua dll.
3. Belum adanya agenda setting komunikasi publik yang dilakukan Satgas Stunting berdasarkan kanalisasi dan segmentasi informasi melalui sosial media, influencer atau media mainstream secara masif.
4. Upaya Mendorong Satgas percepatan penanganan Stunting agar memanfaatkan dan melibatkan Pihak-pihak yang mampu membantu dalam menghadirkan konten edukasi kreatif, informasi menarik dan publikasi kerja yang telah dilakukan dan disampaikan secara segmentatif kepada Seluruh masyarakat
5.Dengan muatan informasi tersebut, insyaallah ketidaktahuan masyarakat akan bahaya Stunting bisa sedikit berkurang karena penanganan dilakukan dari Hulu, hingga ke Hilir dan bukan sebaliknya.
6. Dunia sudah berubah, pemerintah di harapkan juga mampu berubah pola pelayanan publik dan Tidak lagi menggunakan cara mainstream dan berani melakukan cara-cara yang biasa.

#ntbsehatdancerdas #ntbgemilang #64ntb #stuntingntb @ntbkeren

(Nkm/RED)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top