PPPK Kegiatan, Ir Suryadi AK MSi selaku Kabid Budidaya Disnakkeswan NTB
JejakNTB.com | Ternyata dibalik gencarnya Disnakkeswan Provinsi NTB memerangi pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan jutaan vaksin, ada kegiatan pengadaan Cold Room (Ruang Pendingin) sebagai bagian dari rangkaian pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) ternyata molor dari jadwal dan ketentuan.

Suasana didalam Cold Room
Hal tersebut diakui pula oleh pejabat pembuat komitmen yang merekomendasikan kegiatan beserta budgetnya
Selain itu, kegiatan PT. Cahaya Mas Cemerlang (PT.CMC) dengan nomor pesanan E.420/1410/Satker-06/2022 dengan total anggaran Rp 1.995.000.000 tersebut sangat diragukan storage dan isinya sesuai spek yang diharapkan
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui PPPK proyek, Ir. Suriyadi AK, M.Si. sebagai pejabat pembuat komitmen yang menangani hal itu tidak membantahnya, saat ditemui di kantornya Selasa, (22/11) mengakui molornya aktifitas proyek itu,

Nampak Cold Room kelihatan dari luarnya
“iya, kegiatannya berjalan 50 hari kalender kerja, soal papan informasi ada disamping parkir dan keterlambatannya kita akui, saya pun sepakat dengan mas media bahwa kegiatan ini sudah telat dan proses pembayaran denda tetap berjalan pun belum dibayarkan oleh pemerintah sementara sanksi keterlambatan mereka tetap didenda dan uang hasil denda atas keterlambatannya disetorkan ke kas negara, katanya.
Suryadi menambahkan bahwa kegiatan pengadaan Cold Room (Ruang Pendingin) sebagai bagian dari rangkaian pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) guna menjamin stock ketersediaan vaksin di 10 Kabupaten / Kota Se Nusa Tenggara Barat.
” Untuk menjamin ketersediaan obat -obatan untuk kesehatan hewan ternak di seluruh Kabupaten Kota di NTB. Karena vaksin butuh kulkas yang bagus yang sangat memadai sebagai wadah utama penyimpanannya,” ucapnya.
Bahkan media yang meminta sejumlah data terkait kegiatan itu hanya di PHP oleh Suriyadi dan tidak mampu menunjukkan dokumen autentik proyek beserta data perusahaan yang diminta termasuk tidak menyodorkan buku tamu dan pengunjung ke media saat bertandang ke ruangannya, ini menandakan proyek akhir tahun yang sifatnya gegabah dan diduga dikerjakan tiba saat tiba akal.
Selain itu berdasarkan info A1 yang diterima media, isi dari kegiatan itu diduga bukan kwalitas nomor satu hal ini berdasarkan pengakuan mas yanto yang memasang alat dan pengatur kulkas tersebut kemaren di dinas terkait.
Dihubungi secara terpisah, PT. Cahaya Mas Cemerlang yang diwakili Sigit selaku perusahaan yang menangani hal tersebut pada media mengungkapkan kegiatan Sesuai yang tertera di spanduk samping dinas.
“Waalaikum salam, saya lagi meeting. Ada yang bisa dibantu pak?,” ucap Sigit membuka komunikasi di Chat WA.
Itulah singkatnya sms di whatsapp redaksi yang dikirim Sigit saat mengkonfirmasi hal tersebut,
Ketika media meminta Sigit untuk menunjukkan RAB, Gambar dan kontrak kerja pada item pengerjaan dengan anggaran APBN tersebut dengan enteng dia mengatakan,
“Saya koordinasi ke pusat dulu yaa. Terkait hal ini,” tambahnya.
Hingga berita ini dinaikkan, belum ada konfirmasi balik dari pusat yang dimaksud dan termasuk juga Sigit namun bisa dipastikan kegiatan yang menelan anggaran negara dua miliar itu diduga tidak sesuai bestek dan timing.(RED)




















