Muhammad Firdaus Bakal Calon Legislatif DPR RI NTB Dapil Sumbawa 1 dari Partai Nasional Demokratik ( Nasdem )
JejakNTB.com |Muhammad Firdaus menceritakan rencananya jika menjadi DPR RI mewakili NTB. Kendati tidak menjelaskan secara gamblang karena masih menjabat sebagai Lawyer di Jakarta, Daus memberikan sejumlah gambaran.
Dalam wawancara Muhammad Firdaus bersama Channel Rasis di Youtube Rasis Club, Selasa (11/10/2022), Rasis TV menanyakan ide besar Muhammad Firdaus jika bisa terpilih sebagai Anggota DPR RI dalam Pilleg 2024.
“Kalau Pak Pengacara jadi Anggota DPR RI, ide besar apa yang akan Anda lakukan bila itu terwujud?” tanya Rasis kepada Daus.
Sebagai konteks, Muhammad Firdaus resmi menjadi Bakal Calon DPR RI (Bacaleg) usungan Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Pilleg 2024. Ketua Umum DPD Nasdem Provinsi Tangerang pun tidak menampik pada Senin (10/10/2022), mengatakan bahwa partainya bersama Bappilu NTB telah matang berdiskusi untuk mengusung dan mengisi 3 kursi di Dapil Nusa Tenggara Barat 1 memilih Sang Pengacara yang akan diusung.
Pimpinan Partai Nasdem NTB inshaaAllah siap menyambut Firdaus untuk diusung di Dapil NTB 1 guna merebutkan tiga kursi di Pilleg 2024 nanti.
Namun demikian, Daus menolak menjawab pertanyaan Rasis, karena dirinya masih menjadi Advokat Jakarta. Jabatan pengacara tersebut menurutnya telah menjadi ‘way of life’ hingga kini dirinya belum bisa terlalu jauh mengingat lawyer juga adalah profesi yang tengah dia tekuni secara profesional di Ibukota.
Namun, Daus tetap menyampaikan bahwa gagasan masa depan, visi, dan misi itu harus ditopang dengan rekam jejak. Rekam jejak merupakan alat terbaik untuk memprediksi langkah apa yang akan dibuat seseorang ke depan.
“Soal visi misi, yang berbicara tidak bisa kasih bukti, yang mendengarkan tidak bisa membantah, karena itu sesuatu di masa depan. Karena itu, makanya dia [visi misi] ditopang oleh rekam jejak,” jelas Daus.
Menurutnya, masyarakat bisa melihat rekam jejaknya di Jakarta, bagaimana memandang masalah, metode apa yang digunakan untuk menyelesaikan masalah, langkah teknokratis apa yang digunakan, apa yang terjadi setelah dirinya bertahun tahun ada ditengah masyarakat, itu semua menjadi alat memprediksi di masa depan.
Daus menyampaikan di Jakarta, pihaknya mencoba menerjemahkan humanis dan keberagaman, salah satunya sila ke-5 dalam Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Daus menerjemahkannya menjadi keadilan sosial bagi warga Jakarta terutama yang tertindas dan yang terdzolimi melalui kemampuannya mengadvokasi warga ibukota merasa nyaman.
“Kami bangun peradaban, bangun solidaritas, menjadi aktifis, pegiat karena kota ini bukan hanya tempat mencari penghidupan, tetapi juga kehidupan. Agar bagaimana warga dikuatkan kapasitasnya dan dihargai sebagai manusia,” imbuhnya.
Daus menegaskan jika dipercaya nantinya dan ada rezeki bahkan umur panjang sehingga terpilih, dirinya berkomitmen untuk membenahi persoalan penegakan hukum di Nusa Tenggara Barat dan Narkotika.
” Alhamdulillah saya saat ini sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif partai nasdem di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk Dapil Pulau Sumbawa, awalnya saya daftar pada Dapil Tangerang Raya sebagai Bacaleg tetapi ternyata keluarga saya yang ada di Bima NTB meminta untuk kembali memperbaiki kampung halaman makanya dasar dari itu saya memindahkan pencalonan ini di Dapil NTB untuk Sumbawa 1 untuk menjadi DPR RI, yang mencakup Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, KSB dan Sumbawa.
Dari pihak keluarga bersikeras untuk itu, kalau dari netizen belum karena saya belum turun namun yang mendesak pula ini adalah konstituen kita yang meminta pula untuk tampil
Daus menegaskan pula niatnya untuk tampil bukan baru muncul saat ini melainkan telah direncanakan jauh hari sebelum Covid melanda.
” Niat saya sederhana saja, yang jelas sesuai latar belakang kita. Intinya kita harus mensyukuri setiap jengkal hidup dan langkah yang ditempuh , kalau kita senantiasa bersyukur Allah SWT akan terus menambah nikmatnya kepada kita. Nah ketika kita itu mempunyai rasa syukur yang lebih kita nggak akan mendzolimi itu rakyat. Kita akan menjadi wakil rakyat yang benar benar mengejewantahkan cita citanya. Apa yang diinginkan rakyat melalui aspirasi ditanggapi melalui reses. Harus turun kebawah dengarkan suara rakyat, kita naik keatas jadinya enak nyaman.
Dan kalau untuk mencari duit di DPR RI saya rasa tidak lah, karena saya enggak jadi anggota DPR RI juga saya sudah alhamdulillah bisa menafkahi anak istri jadi gak penting juga akan tetapi karena kita sudah lama di lembaga, LSM, Media dan Dunia Pengacara yach saya mau tidak mau wajib mengejewantahkannya agar ada legitimasi.
“Saya di satgas anti narkoba dan lembaga anti korupsi nasional dan dua entri point yang akan saya usung dan perjuangkan jika dipercayakan masyarakat NTB, khususnya entitas konstituen Sumbawa inshaaAllah niat kita ingin menata dan memperbaiki hukum dan penegakannya yang masih terlihat centang perenang, terutama membatasi mengawasi secara extra ruang gerak koruptor dan menghentikan laju bandar narkoba yang semakin menggila dan subur di Nusa Tenggara Barat.
“Jadi kegiatan bandar ini akan kita awasi secara signifikan ketika kita masuk dan duduk menjadi anggota DPR RI itu entry pointnya sesuai dengan pengalaman yang saya lakukan di LSM dan Advokat di Jakarta,” pungkasnya. (Nkm)




















