Muhammad Firdaus Oiwobo, S.H., hasil screenshoot di (Foto. ISTIMEWA)
JejakNTB.com, MATARAM| Muhammad Firdaus Oiwobo, S.H., kini menjadi viral di Social Media, Firdaus Pengacara Cowboy yang mengaku Keturunan Sultan Bima Raja Mbojo dengan garis keturunan cicit dari Sultan Ismail kini makin berani buka-bukaan bicara tentang sejarah dibalik sejarah. Pria kelahiran Jakarta ini mengaku darah Bima ini blak – blakan soal data yang dimilikinya melalui Group Sahabat Budaya, dirinya mengaku melakukan ini untuk mempertegas nasab garis keturunan keluarganya.
Dalam Group Sahabat Budaya Muhammad Firdaus Oiwobo, S.H., menulis
Pusat kerajaan Islam pertama di tanah Sumbawa adalah di Maria dengan masjid pertamanya yang terletak di kalodu, Panglima perang kerajaan raja saja berjuluk la Reba dengan pasukanya yang berjuluk pasapu kala, termasuk buyut saya yang mengislamkan raja Bima pertama yang masuk Islam sejak abad 16, Saya memang lahir di Jakarta namun karena kecintaan saya kepada Bima dan Dompu makannya saya cari sejarah itu sejak belasan tahun lalu, Harusnya saya yang buta sejarah ini di jelaskan oleh keluarga Sultan yang merasa sudah benar sejarahnya, Jangan malah saya di bully, ketidaktahuan saya beralasan jika saja ingin dibantah.alasan kongkritnya adalah saya lahir di Jakarta dan besar di jakarta. Dan saya hanya anak manusia yg bangga kepada kampung halaman bapak dan ibu saya, Banyak orang Bima malah ngga mau ngaku orang Bima ketika merantau.dan ini sangat menyedihkan,” tulis Daus dalam Group Whatsapp tersebut.

Salah satu poster undangan zoom meeting yang dibuat M Firdaus Oiwobo, S.H.
“Sejarah Bima saya gali dari para kerabat kesultanan Nusantara dan dari bukti empiris yang keluarga saya di Bima miliki,” tulisnya lagi
Ketika ditanya media, apakah anda tidak takut dituntut balik Kerukunan Bima? Dengan entengnya lalu dia menulis lagi
“Kenapa di tuntut khan saya hanya menceritakan sejarah keluarga saya, Dan ngga ada niat saya untuk menjadi sultan di asi mbojo, juga ngga ada niat saya mencalonkan diri sebagai kontestan politik di Bima terus apa salahnya saya menjelaskan nasab saya, apa salah, Justru yang saya sayangkan kenapa Dewi menegur saya melalui media sosial, Kenapa nggak ke lembaga adat kami di Wawo, Nggak mungkin saya cerita kalau enggak berbasis kan data.” tulisnya.
Firdaus tetap bersikukuh bahwa dirinya tidak salah dan mengaku hanya ingin menjelaskan nasabnya beserta keturunan ke Publik sesuai dengan data yang ia dapatkan selama ini.
Dalam group itu dia menambahkan bahwa Aranae berasal dari Hadramout dan Iraq hadir di Bima sekitar Abad ke- 13 menyiarkan Islam bersama muridnya yang bernama Datuk RI Tiro atau Datuk Pagaruyung yang di juluki La Kali Kadhi dan menjadi Raja di kerajaan Saja Pertama yakni pada abad ke- 15 dengan gelar Raja Sajari Pertama, Kerajaan Islam Sajari berlokasi di Desa Wawo Maria Kabupaten Bima yang saat itu disebut Donggo Besar yang wilayah awalnya hanya di Maria Wawo hingga Wera, Ngali, Monta (Munta) lalu merambah Manggarai , Alor bahkan hingga ke Nusa Tenggara Timur.
Wawo Maria ini adalah pusat pemerintahan Raja Saja dan Mbojo, Raja Mbojo akhirnya sepakat dengan Raja Sajari pertama untuk bergantian memimpin Bima, dan turun temurun Kerajaan Bima akhirnya bergantian antara Raja Saja dan Raja Mbojo.
Hingga adanya perkawinan silang antara keluarga Raja Saja dengan keluarga Raja Mbojo, hingga melahirkan para Sultan Bima.
Dia sangat serius bahkan untuk menguatkan data datanya Muhammad Firdaus Oiwobo SH mencoba menggalang dukungan dengan menggelar zoom meeting yang bertajuk Hilangnya Hak Putra Mahkota di Tanah Sejarah, acara tersebut telah disiarkan tadi malam pada pukul 18.30 WIB dengan menggunakan Zoom Meeting dengan Saudara Sandi Tumiwa SH bertindak sebagai Moderatornya.
Ditanya tentang keseriusannya mengurai hal tersebut, silsilah yang mengaku Cicit dari darah Sultan Ismail itu kembali menulis dalam akun grup Sahabat Budaya,
Saking seriusnya kita, Tadi malam, Sabtu (17/9) telah di adakan Zoom bersama Majelis Salatin Assyirof Azzahro dan para Sultan Asli yang tergabung dalam Majelis Salatin asyirof azahro, dan dalam Zoom ini kami persilahkan beberapa tokoh pemuda dan budaya mengikuti” pokok pembahasan nya adalah jawaban majelis salatin asyirof azahro atas tuduhan miring terhadap panglima salatin (Muhamad Firdaus Oiwobo SH) yang bergelar Alif Muhamad Syah (cucu kandung putra mahkota bima dari sultan Ismail Muhamad syah). Zoom ini akan di share sebentar lagi, dan akan di mulai pukul 18. 30 WIB malam ini
Zoom insya Allah akan di pimpin oleh ketua umum majelis salatin Yang Mulia sultan DR. syarif Andi Syahriansyah Alwi Assyathiri La Temmu page Arung Paroto,
Di hadiri oleh beberapa Sultan di Tanah Air, diantaranya yang MULIA :
1. Sultan Fuad BaraQbah ( Zambi )
2.DR. Can Hamdani Al Kaff, SH, MH ( cucu Mukti kesultanan Banjar Kalimantan)
3.Andi Muis Petta Serang ( cucu Sultan Tallo) Sulawesi selatan.
4. Sultan Sepuh jaenudin II Arianatareja ( Pangeran Kuda Putih ) Cirebon / kuningan
5. Prof. DR. Yusdi Andra ( ahli sejarah) dan sultan serta juriat lainnya
Dan para tokoh adat budaya dan mahasiswa akan hadir di Zoom ini
Acara ini akan di pandu oleh moderator artis Sandy Tumiwa, SH
Terima kasih sebelumnya
Kami ucapkan terima kasih
Panitia Zoom
Zoom ini akan di rekam dan disiarkan Oleh Intelmedia (PT BIMA ARTHA KUMALA GEMILANG )
(TIM)




















