Kabupaten Bima, JejakNTB.com Komitmen Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Peluru NTB melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Camat Madapangga Kabupaten Bima akhirnya terwujud, Kamis (12/5)
Mereka berorasi mendesak Camat Madapangga untuk segera menghentikan seluruh aktifitas rehabilitasi irigasi 1 karena dinilai kegiatan tersebut kuat dugaan ada mal administrasi dan massa aksi pun sempat memblokade jalan sehingga memacetkan arus lalin dari dan ke masing Desa di Madapangga
Aksi ini merupakan tindaklanjut dari audiensi bersama muspika dan dinas pupr yang tidak membuahkan hasil dan sangat jauh dengan solusi.
Komandan Lapangan Masruh menegaskan bahwa proyek Rehabilitasi Irigasi Madapangga 1 yang dilaksanakan oleh CV SJ dan CKW dengan nilai kontrak hampir dua miliar tersebut masuk di Desa Ndano tanpa sepengetahuan Pemerintah Kecamatan sementara disisi lainnya warga mengadu ke Camat soal keluhan akan keberadaan proyek tersebut.
Diduga masuk begitu saja, asal asalan dan liar beraktifitas di zona hijau dan kawasan cagar alam serta lahan tutupan negara,
” Kami resistensi Camat untuk hentikan semua aktifitas proyek tersebut dan bukan hanya untuk Galian C nya saja melainkan semuanya yang berkaitan dengan CV SJ dan CKW dengan nilai kontrak hampir dua miliar itu.
Disisi lain, Fany mengharap agar tugas pokok dan fungsi sebagai abdi pelayan masyarakat dinomorsatukan pak camat,
” Camat tidak boleh missed informasi terhadap segala sesuatu yang masuk di wilayah kerjanya, jangan parsial dan harus faham bahwa bukan galian itu saja yang dikehendaki untuk dihentikan melainkan semuanya, imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Tajuddin Nor Camat Madapangga meminta kepada semua massa aksi untuk bersabar
” Dari pihak Kecamatan Madapangga akan menindaklanjuti tuntutan LSM dan kemarin itikad itu sudah kami tunjukkan kepada semua bahwa kita tegas dalam kasus ini,
,” Butuh waktu dan kami minta waktu beberapa hari guna menindaklanjuti semua isi tuntutan adik adik LSM Peluru NTB inshaaAllah secepatnya akan tuntas,” janjinya.
Untuk diketahui aksi yang berlangsung damai sejak tadi pagi secara tiba tiba sempat diwarnai riak riak kecil dimana para pendemo ricuh dengan sejumlah APH yang mengamankan jalannya aksi tersebut,
Denis salah satu anggota peluru mengaku mengiyakan hal kejadian itu,
” Iya bang ricuh karena adanya provokasi dari oknum atas diri anggota kita yang beraksi,ucapnya.
Setelah massa aksi puas berorasi dan menyampaikan pendapat serta mendengarkan pernyataan camat setempat mereka dengan sendirinya membubarkan diri sembari menitipkan beberapa tuntutannya seperti meminta menghentikan galian atau eksplorasi C maupun lainnya serta meminta pertanggungjawaban pihak pelaksana dan penanggungjawab kegiatannya termasuk Dinas PUPR Kabupaten Bima serta menghendaki stop totalitas aktifitas proyek irigasi tersebut. (TIM)




















