Gambar adalah sebuah ilustrasi
JejakNTB.com |Salah satu yang sangat membantu Pemerintah Daerah saat ini dalam membangun negerinya adalah pengalokasian dana khusus yang bersumber dari anggaran negara yang kita istilahkan dana DAK setiap tahun anggarannya.
Dana Alokasi Khusus adalah alokasi dari anggaran pendapatan dan belanja negara kepada Provinsi / Kabupaten/ Kota tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Pemerintahan Daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
DAK termasuk di dalam Dana Perimbangan disamping dana alokasi umum.
Bagaimana Realisasi Fisik DAK di Kabupaten Bima di Tahun Anggaran 2021?
Realisasi dan hasil fisik berdasarkan pantauan media masih jauh panggang dari api, meski data secara keseluruhan belum berhasil kami himpun namun secara kasat mata pelaksanaan kegiatan yang dilakukan CV di sekolah sekolah sangat mengecewakan masyarakat dan warga sekolah.

Nampak interior rumah dinas tanpa dipasangin instalatir kegiatan ini baru saja selesai dan telah diserahterimakan tanpa mengecek kelengkapan sesuai gambar maupun petunjuk tekhnis lainnya. Foto. By Tim JejakNTB.com
Pelaksanaan Kegiatan DAK Fisik Tahun Anggaran 2021 yang ditangani pihak ketiga benar benar menyisakan persoalan, terutama giat rehab ringan untuk item Ruang Perpustakaan, Ruang Kantor hingga Rumah Dinas [Rumah Penjaga].
Salah satu sekolah yang didatangi media adalah SMP N 1 Madapangga, SMP N 2 Madapangga, SMP N 3 Madapangga, dan 4 Madapangga. Keempat sekolah menengah tersebut pada 2021 masing2 mendapatkan rehab atas dana DAK di Kabupaten Bima.
Ironisnya kegiatan rehab yang terjadi pada rumah dinas penjaga sekolah SMPN 4 Madapangga yang dilaksanakan pihak CV Sang Bima sangat mengecewakan.

Begitupula dapur, tanpa lampu
CV Sang Bima mengerjakan kegiatan rehab rumah dinas penjaga diduga tidak sesuai bestek bahkan hal ini diakui oleh Pimpinan SMP Negeri 4 Madapangga Damsus MS, SPd
“Kami sangat kecewa dengan kegiatan rehabilitasi rumah dinas tersebut karena tidak sesuai harapan dan kenyataan pak, kesal Damsus pada media ini kemarin, Senin [14/2].

Toilet tampa lampu Fitting pun bukan pasang baru Melainkan fiting bekas yang Belum sempat dibongkar saat rehab Dok. jejakntb.com
Selaku penerima manfaat dirinya sudah tidak tahu lagi soal itu karena saat ini proyek sudah bukan urusannya lagi melainkan oleh Bupati telah diserahkan sepenuhnya mem pihak ketigakan soal tersebut.
Ditanya apa yang membuat Kepala Sekolah dua periode ini sangat kecewa dan sedih dengan hasil pekerjaan CV Sang Bima?
Damsus SPd sangat menyesalkan ulah dan tindakan Pelaksana dan Penanggung jawab kegiatan rehab DAK 2021 yang menurutnya lebih baik dikerjakan oleh dirinya pada tahun anggaran sebelumnya secara swakelola bersama bapak ibu guru.
” Sebenarnya sangat mudah untuk melihat beda hasil kerjanya yakni pada awal mula kegiatan dan diakhir proyeksinya, terang Kasek yang kerap mendapatkan kegiatan bantuan tersebut.
Sekolah saya tahun 2021 benar benar dikerjakan seenaknya oleh kontraktor dan pelaksana, kesalnya.

Diluarpun kosong tak satupun ada lampu penerang padahal dana Proyek lebih seratus juga
Damsus mencontohkan pelaksanaan rehab ruang penjaga yang sama sekali belum dipasangin lampu dan instalasi listrik lainnya guna menunjang kegiatan KBM dan kenyamanan sekolahnya
Penjaga sekolah kami kasihan pak, susah susah kami mencarinya dan jauh jauh dari dompu kita ambil orangnya menjadi penjaga tau nya sesampai di sekolah yang bersangkutan merasa tidak nyaman karena ruangan yang baru saja direhab belum layak ditempati dan dihuni layaknya sebagai rumah penjaga di sekolah negeri
Sementara penjaga menunggu pemasangan lampu sudah dua pekan tidur di luar di emperan sekolah bahkan pos jaga siskamling, Yang lain tidak ada satupun dan ruang wc saja yang ada mata bolanya selain itu semua nggak ada termasuk cok untuk pemanas dan titik titik instalasi sama sekali tidak dibuat pelaksana kegiatan, urai Damsus di ruang kerjanya di SMPN 4 Madapangga.
Setiap orang tentu ingin memiliki tempat tinggal yang layak namun tidak bagi Hasan seorang penjaga baru di sekolah SMPN 4 Desa Ndano Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima ini, Duda usia senja ini harus rela tidur gelap tampa ada yang menemani termasuk lampu di unit yang baru saja di rehab pemerintah.
Pelaksana atau Penanggung Jawab CV Sang Bima Abdullah H Arahim saat di konfirmasi media atas curhatan Kepala SMP Negeri 4 Madapangga Damsus MS SPd tidak membantahnya
Saat didatangi kerumahnya melalui pihak sekolah Om Doel saat itu tidak berada dirumah dan pihak sekolah diterima istrinya
Iya nanti saya sampaikan kebetulan bapaknya sudah keluar dan pergi memancing nanti akan saya sampaikan amanat dan pesan bapak damsus janji istrinya
Pantauan media hampir tiga minggu pihak penerima manfaat menanyakan tanggungjawab pemasangan instalasi tersebut namun hingga hari ini belum juga ada jawaban dan respons yang bersangkutan
Sebelumnya media sempat memberitakan pula hal yang sama terkait dengan aktifitas rehab di unit sekolah ini yang bermasalah seperti ruang perpustakaan dan toilet yang tidak tertutup dan tersedia air layaknya wc standar
Saat media mengkonfirmasi yang ketiga kalinya, penanggung jawab CV Sang Bima Om Doel via telepon saat dihubungi menyanggupi akan menyelesaikan item pekerjaannya yang belum kelar tersebut
Iya nanti saya berikan, siapa ini ..saya tidak bisa melihat neh anakda soalnya saya lagi mengairi sawah saya, jawabnya saat dihubungi media terkait aduan sejumlah warga sekolah termasuk penjaga.
Sementara Elshabier Alghura, SH Aktifis Prodem menilai kebijakan Bupati Bima mempercayakan oknum pemula dalam menangani kegiatan DAK fisik 2021 sangat disesalkannya apalagi hanya untuk balas jasa kepada mereka yang dianggap telah berjuang,
” Rata rata pelaksana proyek 2021 bahkan nanti juga 2022 adalah mereka yang merupakan tim suksesnya jadi wajar hasilnya seperti ini, tandasnya pada jejak saat dimintai tanggapannya.
Masih Elshabier dirinya meyakini kegiatan proyek amburadul karena ulah oknum yang mengaku tim dan mengambil keuntungan sematA tanpa memikirkan dampak dan hasil kegiatan mereka, jadi jelas nama baik Umi Dinda dipertaruhkan hanya gara gara segelintir orang yang tidak peka, tuturnya.
Penjaga Sekolah, Hasan [50] mengaku sudah hampir tiga minggu tidur di Posko Penjagaan hanya untuk menjaga sekolah,
” Saya rela tidur dimana saja pak asal sekolah yang saya jaga ini aman dan tidak diganggu orang, katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media, SMPN 4 Madapangga baru saja mendapatkan Si Hasan ini sebagai penjaga dan selama ini penjaganya sudah dua orang namun tidak betah dan bertahan lama sehingga keduanya resmi mengeluarkan diri dari sekolah tersebut dan Hasan adalah penjaga ketiga yang didapatkan dari Kabupaten Dompu.
Belum jelas apa yang menjadi alasan keduanya kabur dari Dinas Penjagaan namun bisa dipastikan faktor ketidaknyamanan dan gaji serta kesejahteraan menjadi pemicu utama serta ketiadaan jaminan barangkali yang memicu keluarnya penjaga sekolah sebelumnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanda tanda instalatir tersebut dipasangkan Om Doel beserta crew termasuk CV Sang Bima membenahi kekurangan proyeknya sementara berdasarkan kalender pekerjaan dianggap rehab masih dalam perawatan, sehingga Penjaga harus rela tidur gelap ditemani suara jangkrik serta mahluk halus ditengah gelap gulitanya malam dilereng bukit yang sekolahnya tidak jauh dari hutan belantara Madapangga.
[ TIM ]




















