DOMPU, JEJAKMEDIA| Sebuah akun bernama Kepala Suku Doren memosting postingan yang sangat ironis dan miris di facebook. Aksi akun yang diduga akun fake ini menandai akun aktif official seorang Ketua DPRD Kabupaten Dompu yang bernama Muttakun Rumah Aspirasi Kita, Sabtu, (27/9).
Beragam tanggapan dan komentar menyertai postingan itu, meski menggunakan akun fake tulisan akun facebooknya patut diapresiasi karena fakta dan kenyataan sesuai dengan realitas yang ada. Kepala Suku Doren menulis ,
“Assalamualaikum, Mohon maaf Ketua DPRD Muttaqun yang terhormat gimana dengan gedung sekolah SMP Negeri 5 Dompu yang ada di Desa Kramabura yang anda survei di bulan lalu. Mohon maaf pak ketua kok sampai detik ini rumah sekolah tersebut belum juga ada tanda-tanda ingin diperbaikinya. Saya sudah sering mengkritik rumah sekolah tersebut namun hingga kini belum ada juga itikad baik bapak untuk memperbaikinya , sekali lagi saya ingin meminta usulan dari beliau , biar lebih jelas kami masyarakat harus berkomunikasi ke siapa dan harus ketemu siapa biar saya sendiri yang akan meminta usulan secara langsung ke orang tersebut.
Mohon maaf pak ketua DPRD tolong dijawab pertanyaan saya ini. Sekian dan terimakasih. Saya atas nama Hartono asli kelahiran di Desa Kramabura di Dusun Rora Barat. Memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang salah dan tidak sopan dari saya.
Wassalam,


Postingan ini ramai dibaca netizen namun sayang tidak mendapat respon dari Ir.Muttakun di media sosial. Status Hartono putra asli Kramabura itu sebenarnya masukan yang bersifat membangun namun tidak dibalas akun Facebook Ketua DPRD Kabupaten Dompu.
Sementara Ir Muttakun yang dikonfirmasi wartawan terkait postingan ini belum membaca dan menanggapi JejakNtb yang mengkonfirmasi. Sama dengan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Dompu, Drs H M Rifaid, M.Pd., saat ditanyakan soal tersebut enggan menjawabnya padahal sms melalui WhatsApp tercentang dua.
Hartono yang dihubungi media JejakNtb membenarkan bahwa dirinya yang membeberkan soal bangunan sekolah yang sudah parah itu di media sosial. ” Sengaja, kita upload agar semua orang terketuk hatinya untuk memikirkan nasib anak-anak bangsa di Desa Kramabura,” pungkasnya via telepon, Sabtu, (26/9).
Red




















