Terungkap ! Mutasi Pejabat NTB tak sesuai Kompetensi, Diduga Abaikan Rekam jejak hukum!

Lalu Munawir Haris, Pembina LSM KASTA NTB. Dok Istimewa

 

JEJAKNTB.COM | Mutasi besar-besaran pejabat di lingkungan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menuai sorotan tajam.

Bukannya memperkuat kinerja birokrasi, rotasi ini justru memunculkan dugaan kuat adanya pengabaian rekam jejak dan potensi masalah hukum yang membayangi sejumlah pejabat yang dipindahkan.

Lalu Munawir Haris, Pembina LSM KASTA NTB, menilai bahwa proses mutasi kali ini tidak transparan dan terkesan mengabaikan prinsip meritokrasi.

Bahkan, ia menyebut bahwa mutasi itu dilakukan tanpa pertimbangan serius terhadap latarbelakang pendidikan, kompetensi, maupun integritas para pejabat.

” Ada pejabat yang pernah tersandung kasus hukum, tetap diloloskan. Bahkan, pejabat yang latarbelakang nya bukan tekhnis malah ditempatkan di dinas tekhnis. Ini jelas menyalahi prinsip penempatan berdasarkan kemampuan,” ujarnya saat diwawancarai di Mataram, Jum’at (2/5).

Sorotan publik juga mengarah pada kasus pengelolaan proyek DAK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB pada 2024 yang sempat menyeret salah satu Kepala Bidang dalam operasi tangkap tangan (OTT).

 

Baca Juga

https://jejakntb.com/membenahi-arah-pelayanan-rumah-sakit-di-antara-tuntutan-sistem-dan-hati-nurani-pelayanan/

 

Dugaan keterlibatan mantan kadis dalam kasus korupsi pengadaan masker covid pun kembali diungkit sebagai bukti lemahnya sistem seleksi.

“Kalau ini dibiarkan, maka akan jadi preseden buruk. Proses seleksi tanpa melibatkan Baperjakat akan menimbulkan konflik kepentingan dan dominasi kepentingan politik,” tambah Munawir yang karib disapa Lalu Wink Haris.

 

Yang lebih mengejutkan, menurut Wink, ada pola yang tercium sebagai upaya untuk “menyingkirkan” pejabat tertentu secara halus. ” Beberapa pejabat di tempatkan di instansi yang kabarnya akan segera diliquidasi.

” Ini modus agar seolah olah tidak ada non job, padahal itu cara sistematis untuk mengeliminasi tanpa jejak,” katanya.

Sebelummya, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, resmi melantik 72 pejabat struktural, termasuk 26 pejabat eselon II, secara tertutup dari media pada Rabu (30/4). Pelantikan yang diduga dilakukan secara senyap tersebut menuai sorotan dan tanda tanya publik.

Iqbal membantah ada maksud menutupi proses pelantikan. Ia menyebut bahwa pelantikan tertutup dilakukan agar bisa berbicara langsung dengan pejabat yang dilantik tanpa gangguan.

 

Baca Juga

https://jejakntb.com/lantik-pejabat-eselon-ii-dan-iii-gubernur-ntb-tegaskan-rotasi-sebagai-langkah-penyegaran/

 

 

” Ini bukan menutup-nutupi, Saya ingin bicara interaktif langsung dengan para pejabat,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan bahwa mutasi ini murni rotasi dan tidak ada pejabat yang dinonjobkan.”Ini untuk mengisi posisi sesuai prioritas kerja. Semua melalui proses job fit, masukan dari banyak pihak dan analisis jejak rekam,” bebenya.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan. Misalnya, Mutasi Nazamuddin Amy, Mantan Kadis Kominfotik NTB yang berlatar belakang kehumasan, ke Dinas Perkim yang membutuhkan keahlian teknis dan khusus.

Penempatan seperti ini justru menambah daftar panjang dugaan bahwa mutasi kali ini lebih bernuansa politis ketimbang profesional.

 

Redaksi

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top