JEJAKNTB.COM | Organisasi Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumbawa Barat sukses meremajakan struktur organisasinya dengan mendemisionerkan yang lama dan mengukuhkan yang terbaru, momentum tersebut diputuskan dalam Rapat Pengurus yang luarbiasa terlaksana secara demokratis di gelar di Hanipati Resto, Rabu (23/4).
Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai organisasi kemanusiaan terbesar sukses pula meregenerasi kepemimpinan guna memaksimalkan elan vital peran PMI sebagai lembaga donor yang menyelamatkan nyawa manusia akhirnya demisioner siang tadi.
Hasil rapat menetapkan Dr H W Musyafirin, MM., sebagai Ketua PMI Sumbawa Barat Periode 2025 — 2030. Menggantikan periode sebelumnya yang saat ini sudah memasuki usia pensiun periodisasinya. Selain Ketuanya juga dirampungkan pula dengan struktur organisasi nya yang lengkap selain ketua juga ada wakil dan sekertaris tentu disertai lainnya. Termasuk Dewan Pembina dikendalikan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Kaharuddin Umar.

Ketua Dewan Pembina, Kaharuddin Umar
Turut serta Mantan Wakil Bupati Sumbawa Barat H Fud Syaifudin beserta jajarannya dan demisioner organisasi Palang Merah Indonesia KSB periode sebelumnya.
Musyafirin yang ditemui jejakntb.com sesaat setelah kegiatan menuturkan bahwa rapat kepengurusan berjalan tertib lancar dan aman. ” Semoga kami senantiasa bisa menjalankan amanah ini dengan baik,” ujarnya di Hanipati Resto saat ditemui Rabu sore.
Palang Merah Indonesia, adalah organisasi kemanusiaan yang berstatus badan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Organisasi ini bertujuan untuk mencegah dan meringankan penderitaan serta melindungi korban perang dan bencana tanpa membedakan agama, ras, suku, warna kulit, jenis kelamin, golongan, dan pandangan politik.
Mantan Bupati Sumbawa Barat ini menambahi bahwa PMI juga merupakan bagian dari Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yang berpedoman pada tujuh prinsip dasar, yaitu: kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. PMI memiliki struktur yang kuat dengan 33 PMI Daerah (tingkat provinsi) dan sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh Indonesia.
“PMI memiliki berbagai kegiatan, antara lain:
Memberikan bantuan kepada korban konflik, kerusuhan, dan bencana.
Memberikan pelayanan darah.
Melakukan pembinaan relawan.
Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kepalangmerahan.
Menyebarkan informasi terkait kegiatan kepalangmerahan.
Membantu dalam penanganan musibah dan bencana.
Membantu pelayanan kesehatan dan sosial.
Melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang diberikan oleh pemerintah,” pungkasnya (Nkm/Red)



















