Progres Program Upland  Sumbawa Lancar, Petani Mulai Menikmati Hasil Bawang Merah

jejakntb, SUMBAWA |Pertanian adalah sektor penopang utama perekonomian di Kabupaten Sumbawa, menurut data BPS Kabupaten Sumbawa, PDRB Kabupaten Sumbawa atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha tahun 2016-2021 sebesar 39,54 % pada tahun 2021.  Untuk mewujudkan hasil pertanian sebagai sumber utama kesejahteraan masyarakat perlu ditopang oleh multipihak (Pentahelix). Hal inilah yang diperankan oleh  Pemerintah sebagai  perancang dan mediator terselenggaranya pembangunan pertanian baik tanaman pangan maupun hortikultura melalui kolaborasi pihak penyandang dana dari NGO maupun hibah seperti yang terlaksana di program Upland pengembangan bawang merah, program ini sekaligus menjawab satu dari 10 program unggulan Pemerintahan Mo Novi yakni  Menjamin ketersediaan benih berkwalitas, pupuk, kestabilan harga, bantuan peralatan bagi nelayan dan pengembangan tehnology pertanian, Perikanan dan Peternakan.

Ditemui oleh media ini Senin (20/6), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir. Ni Wayan Rusmayani M.Si menjelaskan bahwa progres projects Upland Pengembangan Bawang Merah berjalan lancar dan sukses, dan saat ini para kelompok tani mulai menikmati hasil panennya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa sebagai penerima program Upland pada tahun 2022 telah melaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan Pedoman umum Projects.

“Progres Pelaksanan pengembangan bawang merah di Kabupaten Sumbawa dari program upland Kementerian Pertanian RI dari Dirjend Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) sangat baik, bantuan program Upland ini merupakan bantuan hibah IFAD (The International Found for Agricultural Development) dan  IsDB (Islamic Development Bank)  di mana program ini akan dilaksanakan selama 5 tahun mulai tahun 2020 sampai dengan tahun 2024” Jelas Wayan sapaan akrab Kadis Pertanian.

Kemudian lanjutnya  pada tahun 2020 yang lalu masih pada tahap perencanaan di Pemerintah Pusat,  kemudian tahun 2021 kita sudah melaksanakan beberapa kegiatan, karena  bantuan ini mulai dari hulu sampai hilir. Hulu artinya pembangunan infrastruktur seperti perpipaan,  perpompaan, jalan usaha tani kemudian ada juga sumur dangkal dan sumur dalam Urainya.

Tahun 2021 kemarin kita melakukan pembangunan sumur dangkal di 38 kelompok tani. Kemudian Tahun 2022 dilanjutkan pengembangan bawang merah bawang seluas 385 hektar dengan rincian 340 Hektar menggunakan label biru, dan 45 Hektar menggunakan label Ungu untuk penangkaran benih bawang merah.  Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Maret sampai bulan Mei kemarin.

“Alhamdulillah dari 385 hektar itu semuanya sudah terkirim atau terdistribusi ke 38 kelompok tani  yang ada di Kabupaten Sumbawa  berupa   bibit  bawang merah sebesar  1  ton perhektar, pupuk organik padat, pupuk organik cair,  pestisida nabati” imbuhnya

Dan  sekarang dari 385 hektar tersebut udah banyak yang melakukan panen.  “berapa tempat sudah panen antara lain di wilayah Serading  ada kelompok tani Telaga Terong Kecamatan Moyo Hilir, Poktan Batu Nampar, kelompok tani di Desa Boak,  Desa Pidang, sinar jaya dan yang terakhir kami tinjau di  kelompok Tani Subur, yang  juga di pantau secara langsung bersama pegawai Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Hasilnya mendapatkan respon yang sangat baik dari Tim Kementerian.” Jelasnya.

Demikian juga dibeberapa wilayah lainnya juga sudah panen seperti Poktan Tangian Mandiri Desa Dalam kecamatan Alas,  Kecamatan utan,   Desa Brang Kolong di  Kelompok Tani Bara Liang Dua, juga Poktan harapan mulia,   sementara itu kelompok lainnya   sudah mendekati panen yakni 25  hari sampai 1 bulan ke depan sudah mulai panen, seperti kelompok  Tani Blok Nyer Desa Gontar Kecamatan Alas Barat, Poktan Bunga Teratai Desa Sepayung Kecamatan Plampang,  Poktan Parak Olat Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang  hampir semua kelompok sudah ada progres yang sangat baik. Terang Kadis yang dikenal sangat hamble (ramah)  dengan petani ini.

Masih kata Wayan,  Kita bersyukur sekali, hasil dari produksi teman-teman petani bawang sangat tinggi yang hasilnya sebesar 12 sampai 15 ton per hektar disertai dengan nilai  dijual dengan harga yang sangat tinggi antara Rp  28.000 sampai Rp 34.000 per kg tentunya Petani saat ini sangat senang sekali.

Meskipun demikian sempat ada gangguan cuaca seperti hujan yang turun  berkepanjangan yang berdampak kepada adanya penyakit,dan musibah longsor,  tapi Alhamdulillah bisa panen dengan harga yang cukup tinggi. Atas hal ini para petani sudah melaporkan kepada kami akan menanam kembali bawang merah selepas panen”.  Ceritanya.

Dari program ini, yang paling menggembirakan adalah kesadaran petani Sumbawa untuk menanam bawang semakin menggeliat, bahkan para petani pemula yang baru mencoba menanam bawang tertarik untuk belajar yang dibimbing oleh tenaga fasilitator desa dan penyuluh di Desa bahkan ada juga yang belajar dari YouTube.

Dengan adanya program ini kita harapkan petani tidak lagi menyewakan lahannya kepada pihak lain atau setidaknya  mereka mau mengembangkan sendiri bawang itu. Karena bawang merah ini mempunyai waktu tanam yang sangat singkat hanya 2 bulan, produksinya bagus harga jualnya juga bagus. Kalau harga jualnya sekarang Rp. 34.000 perkg dengan produksi  10 ton maka petani mendapatkan uang Rp. 340 juta dengan  dikurangi biaya produksinya sekitar  Rp 50 juta maka dia sudah mendapatkan keuntungan  bersih sebesar 290 juta, itupun  kalau 10 ton, jika produksinya   lebih maka lebih juga keuntungannya. Terang Wayan

Dari kunjungan kementerian Pertanian Kita mendapat apresiasi dan berharap kabupaten Sumbawa dapat menopang kebutuhan bawang merah Nasional, terlebih dengan pola tanam organik  pada bawang merah ini menjadi keunggulan bagi Bawang Kabupaten Sumbawa ” Tutupnya.

Dihubungi terpisah salah satu dari Anggota Kelompok Tani Tangian Mandiri Desa Dalam Kecamatan Alas menyampaikan bahwa program Upland ini sangat membantu petani dalam budidaya bawang merah
“Kami mendapatkan benih, Pupuk Organik Padat dan cair serta pestisida nabati secara gratis, dan ada pendamping dari Fasilitor dan penyuluh. Alhamdulillah Kami sudah bisa panen ” Ucapnya.

Hal ini diamini oleh Manajer Fasilitor Kabupaten Sumbawa Nurkholis bahwa untuk kesuksesan program ini ada pendampingan dari fasilitor agar bisa maksimal dalam pelaksanaannya yang difasilitasi oleh Dinas pertanian sehingga petani semakin yakin dan mengerti dalam kegiatan budidaya bawang merah ini.

“Kami bertanggung jawab agar petani bisa mandiri dan sukses dalam melaksanakan program Upland dan juga sukses dalam kegiatan budidaya bawang merahnya dan juga menguatkan kelembagaannya tak hanya sampai disini akan ada program pendampingan untuk pemasaranya, untuk itu saat ini  kami dengan 26 orang Fasilitator mendampingi 84 kelompok tani yang menerima  program di Kabupaten Sumbawa. Dan yang menjadi kelebihan Program ini adalah berbasis organik, bibit, pupuk, dan pestisidanya organik dan berkualitas sehingga kami menilai program ini sangat bagus di Kabupaten Sumbawa.” Tutupnya. (Ruf)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top