Profil Doktor Budi Prasetiyo, Sekda Termuda Se-NTB Penggagas Integritas ASN dalam Berdedikasi

Dr.H.Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP 
Sekertaris Daerah (Sekda) Sumbawa 
bersama istri tercinta Hj.Isna Sitoresmi, S.Sos.,MAp

 

 

 

SUMBAWA, JEJAKNTB.COM ||Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos.,M.Ap., terpantau dalam akun Facebook, pribadinya, Rabu, (12/5) mengajak semua orang terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bijak dan punya kearifan dalam mengabdi untuk membangun dan memajukan daerahnya. Dalam akun resminya beliau menulis seuntai pesan moral yang maknanya sangat mendalam.

Berikut kutipannya yang disalin paste dari sebuah akun bernama Budi Prasetiyo,

“Pengabdian bukanlah janji di atas kertas, tapi tetesan keringat yang jatuh ke Bumi Samawa, setulus doa dalam ruku’ dan sujud. Kita pulang untuk memeluk tana ini, dengan cinta yang lebih dalam dari palung lautnya, dan kasih sayang yang lebih tegar. Tana intan bulaeng ini tempat nadi bermula, tempat bakti bermuara. Membangun dalam keselarasan demi daerah tercinta. Teriring salam hormat untuk semangat Tau dan Tana Samawa. 🫡,”tulis akun seorang Sekda hebat yang penuh energik dan semangat.

 

Beberapa waktu lalu beliau juga pernah mengajak semua ASN di kantor Pemda Sumbawa agar menggunakan sepeda saat ke kantor untuk bekerja.

Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Haji Budi Prasetiyo menegaskan, efisiensi anggaran tidak boleh berhenti pada tataran wacana

Menurutnya, langkah konkret harus segera dilakukan.

Salah satunya melalui perubahan kebiasaan dalam penggunaan kendaraan.

Ia menyebut, penggunaan sepeda juga dinilai lebih efisien dibandingkan mobil dan sepeda motor.

Terutama untuk aktivitas harian ASN di dalam kota.

Selain itu, kondisi geografis yang landai dan berada dalam seputaran jantung kota juga menjadi pertimbangan utama.

Letak dan posisi kantor dalam Wilayah kota yang didominasi jalur utama membuat sepeda  lebih fleksibel dan mantap sekaligus berolahraga agar jantung tetap sehat.

“Ini bukan sekadar imbauan biasa, tapi bagian dari upaya membangun kebiasaan baru yang lebih efisien,” jelasnya.

Haji Budi juga menegaskan bahwa ASN harus menjadi contoh di tengah masyarakat.

Terutama dalam hal penghematan energi dan anggaran.

Ia ingin ASN berada di garis depan dalam perubahan pola hidup yang lebih sederhana dan efektif.

Meski demikian, ia menyadari kebijakan ini bisa menimbulkan pro dan kontra.

Salah satunya terkait persepsi wibawa ASN.

Namun, ia menepis anggapan tersebut.

Menurutnya, wibawa tidak ditentukan oleh kendaraan.

Melainkan oleh sikap dan kinerja.

“Wibawa itu lahir dari integritas, kedisiplinan, dan kualitas kerja, bukan dari apa yang kita kendarai,” tegasnya.

Ia menilai, pola pikir seperti ini perlu diubah.

ASN tidak boleh lagi mengukur citra diri dari hal-hal simbolik.

Sebaliknya, yang harus ditonjolkan adalah profesionalisme.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya adaptasi terhadap kondisi ekonomi dan energi saat ini.

Efisiensi harus dilakukan dari hal-hal kecil.

Jika dilakukan secara kolektif, dampaknya akan besar bagi daerah.

(JN)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top