Pergerakan Nasional Indonesia Sebagai Garda Terdepan Menuju Kemerdekaan

“Pergerakan Nasional Indonesia Sebagai Garda Terdepan Menuju Kemerdekaan”

 

OPINI

Oleh. Ika Sunistia*

 

Penulis adalah Mahasiswi FKIP Unram

 

JejakNTB.com, OPINI | Indonesia merupakan salah satu negara yang tercatat telah menjadi negara jajahan di masa lampau, bangsa Belanda menjadi negara penjajah paling lama yang mendiami Indonesia sebelum diruntuhkan oleh Negara Jepang.

Pada awalnya bangsa Belanda datang ke Indonesia untuk melakukan Perdagangan dan mencari rempah-rempah, sekitar pada abad ke-16 perusahan dagang Belanda yang disebut VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) menjadi perusahaan yang paling berpengaruh dalam bidang ekonomi.

Abad ke-18 bangsa Belanda seutuhnya telah memegang kendali perputaran ekonomi dan politik di wilayah Jawa, hal ini menyebabkan adanya perubahan tujuan dari Bangsa Belanda untuk mencapai kekuasaan tertinggi baik dalam ekonomi dan politik di Indonesia.

Wilayah Jawa yang semakin hari didominasi oleh bangsa Belanda perlahan menerapkan sistem pemerintahan yang dibentuk oleh kolonial Belanda, sistem pemerintahan tersebut bersifat tidak langsung (Indirect Rule).

Sistem pemerintahan ini memanfaatkan para penguasa tradisional sebagai alat untuk memerintah kaum pribumi, kepercayaan dan ketaatan pada raja dan bupati menjadi strategi kolonial belanda untuk menjajah kaum pribumi.

Setiap peraturan yang dikeluarkan oleh Belanda akan dieruskan kepada raja dan Bupati yang selanjutnya peratran tersebut diedarkan untuk ditaati oleh seluruh kaum pribumi, salah satunya sistem kerja paksa yang diberatkan kepada penduduk Indonesia.

Penderitaan yang diterima masyarakat Indonesia dirasakan dari berbagai sistem pemerasan ataupun perbudakan telah berdampak kepada kerugian fisik dan material. Sistem tanam paksa yang dilakukan oleh kolonial Belanda telah meningkatkan angka kemiskinan di Nusantara, kaum pribumi dipaksa menanam kopi, teh, dan tebu tanpa adanya bayaran sepeserpun.

Jika kaum pribumi menolak untuk mentaati perintah kolonial, kekerasan bahkan pembunuhan tak segan dilakukan oleh bangsa Belanda. Kesengsaraan yang dirasakan oleh penduduk Pribumi dirasa telah cukup sehingga para Pemuda Nusantara kemudaian membentuk organisasi Pergerakan Nasional untuk mewujudkan cita-cita bersama yakni kemerdekaan yang seutuhnya.

Pergerakan nasional merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan masa perjuangan melawan penjajahan, pergerakan nasional bertujuan untuk mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia yang sebenar-benarnya artinya tidak lagi terikat oleh bangsa lain yang memberikan kerugian dan penderitaan bagi Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menyebutkan bahwa pergerakan nasional sebagai perjuangan yang dilakukan oleh organisasi guna memperbaiki taraf hidup masyarakat yang disebabkan oleh ketidak puasan masyarakat terhadap keadaan.

Ada beberapa penyebab pergerakan nasional muncul di Indonesia salah satunya melalui rasa tidak puas yang diterima oleh masyarakat Indonesia terkait sistem pemerintahan yang diterapkan bangsa Belanda yang lebih mengarah pada penindasan dan perbudakann, perlawanan yang dilakukan oleh penduduk Indonesia pun tak sedikit melalui peperangan bersenjata kepada belanda.

Disebutkan pula imperialisme Asia menjadi faktor luar yang mempengaruhi, kekalahan bangsa Barat oleh bangsa Rusia juga telah memberikan motivasi untuk Indonesia.

Kemerdekaan Indonesia tak terlepas dari peran penting para pemuda dengan organisasi pergerakan melawan Penjajah di Nusantara.

Berbagai ide dan gagasan pemimpin masa depan bangsa terkumpul dalam berbagai wadah yang bertujuan untuk kemerdekaan, kesamaan penderitaan telah membuka jalan bersatunya pemuda dalam barisan perjuangan.

Adapun beberapa organisasi pergerakan nasional yang telah berkontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia ialah :

a. Budi Utomo
Budi Utomo dididirakan pada tanggal 20 mei 1908 di Jakarta, organisasi ini didirikan oleh para pelajar dari STOVIA,

Sutomo selaku ketua pertama dari Budi Utomo sebelumnya pernah melakukan perbincangan dengan Dr. Wahidin terkait nasib dan masa depan rakyat Indonesia. Sebelumnya Dr. Wahidin menerangkan rencana yang ia gagas untuk membentuk dana pelajar, dana pelajar merupakandana yang digunakan untuk membiayai pemuda bumi putra yang pandai namun tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan.

Kemudian Dr. Wahidin mendorong pelajar STOVIA untuk mendirikan sebuah organisasi untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Fokus pergerakan yang dilakukan oleh Budi Otomo ilah bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan.

Lahirnya organisasi Budi Utomo dijadikan sebagai hari kebangkitan Nasional yakni pada tanggal 20 Mei, berdirinya organisasi ini telah menyadarkan rakyat Indonesia terkait arti perjuangan dan berhasil menumbuhkan kesadaran nasional untuk menwujudkan kemerdekaan. Hal ini menjadi bukti bahwa pergerakan Nasional memiliki peran penting sebagai garda terdepan menuju kemerdekaan dimasa lampau.

b. Serikat Dagang Islam
Sarikat Dagang Islam (SDI) pada awalnya terbentuk untuk menanggapi kerugian yang disebabkan oleh kelompok etnis Cina yang melakukan perdagangan batik di wilayah jawa, Kehadiran kelompok tersebut telah menimbulkan kerugian bagi pedagang batik Solo.

Oleh karena itu dibawah pimpinan H. Samanhudi para pedagang batik Solo kemudian membentuk Sarikat Dagang Islam (SDI) untuk memajukan perdagangan dengan melawan monopoli yang dilakukan pedagang Cina sekaligus untuk menyebarkan agama Islam. Organisasi ini mengalami perkembangan yang pesat dikarenakan bersifat religius, nasionalis dan ekonomis.

Namun Sarekat Dagang Islam (SDI) mengalami perubahan nama pad Kongres tahun 1923 di Madiun, Jawa Timur, SDI kemudian berubah menjadi Partai Sarekat Islam.

Meskipun Sarekat Islam berbentuk partai, namun organisasi ini tidak mau berkerja sama dengan pemerintah namun disamping itu tetap memerlukan wakil dan Dewan rakyat.

Sarekat Islam pada perkembangannya telah terpecah menjadi dua bagian, yakni SI ”Putih” yang diketuai oleh H.O.S Cokroaminoto dan SI “Merah” dibawah pimpinan Semaun dan Darsono, SI “Merah” kemudian tergabung kedalam Partai Komunis Indonesia (PKI) yang didirikan pada tahun 1923.

Sarekat Islam pun memiliki peranan penting dalam mencapai Kemerdekaan Indonesia, sebagai organisasi politik Sarekat Islam menerapkan berbagai metode modern guna melakukan kerjasama dan diplomasi untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Tak Hanya itu, presiden pertama Indonesia juga merupakan salah satu murid dari pemimpim Sarekat Islam ”Putih” yakni H.O.S Cokroaminoto.
Kemerdekaan Indonesia tak didapatkan dengan mudah, segala kemudahan yang dapat diakses sekarang berkat perjuangan dan kegigihan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan Indonesia, salah satu pendukung perjuangan ialah Pergerakan Nasional yang lahir atas rasa senasib dan ketidak puasan telah menyadarkan rakyat Indonesia untuk melakukan perjuangan mencapai kemerdekaan.

Setiap organisasi pergerakan nasional memiliki kontribusi dan peran penting dalam mencapai cita-cita hingga pada akhirnya bangsa Indonesia berhasil meraih kemerdekaan hingga saat ini. (Bersambung)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top