November Sebagai Bulan Guru Nasional
Oleh : Sahra, M.Pd
Menurut Bapak Mu’ti Menteri Pendidikan kita, ada tiga persyaratan untuk mewujudkan guru yang profesional dan sejahtera. Yang pertama adalah sertifikasi guru. Untuk itu, Kemendikdasmen akan membantu guru-guru yang belum memiliki Ijazah Strata 1 (S-1) atau Diploma IV (D-IV). “Program kami di masa yang akan datang, Insyaalloh adalah pemberian beasiswa, atau bantuan pendidikan untuk guru agar dapat melanjutkan studi ke jenjang D4 atau S1,” katanya.
Kedua, peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan. Setidaknya ada empat kompetensi guru yang harus terus dibangun bersama-sama, yaitu kompetensi pribadi, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Maka, pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru akan terus ditingkatkan. “jadi, nanti yang ikut Pendidikan Profesi Guru jangan kaget kalau ada dua materi tambahan, yaitu bimbingan konseling dan pendidikan nilai,” ungkap Mendikdasmen. Ketiga, kesejahteraan guru akan terus ditingkatkan. “Guru bermutu, guru berkualitas, guru hebat itu salah satunya ditentukan oleh kesejahteraan guru,” ujar Abdul Mu’ti. (Siaran Pers. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Nomor: 547/sipers/A6/XI/2024).
Terkait dengan apa yang disampaikan Mendikdasmen di atas, maka bulan November setiap tahunnya adalah bulan guru nasional istimewa bagi guru. Apalagi di tahun 2024 ini, Mendikdasmen sudah memberikan tiga rambu yang akan didapatkan guru ke depan. Untuk hal pertama merupakan salah satu pelaksanaan Peraturan yang mewajibkan guru harus S1 adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-Undang ini mewajibkan semua guru memiliki S1 atau D-IV sebelum tahun 2015. Dan ternyata masih ada guru yang belum memenuhi itu di tahun 2024 ini sehingga diberikan kesempatan dengan beasiswa pendidikan.
Pada persyaratan kedua untuk mewujudkan guru yang profesional dan sejahtera, peningkatan empat kompetensi guru ditambah dengan bimbingan konseling dan pendidikan nilai. Bimbingan dan koseling di sekolah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan bimbingan dan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik secara individual, kelompok, atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki peserta didik. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hamba tan serta masalah yang dihadapi peserta didik. Dasar pemikiran penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah bukan semata-mata terletak pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, namun yang lebih penting adalah menyangkut upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseli, agar mampu mengembangkan petensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya (menyangkut aspek fisik, emosi, intelektual, sosial dan moralspiritual). Bimbingan konseling memiliki beberapa fungsi yaitu
1. Fungsi pemahaman, yaitu membantu peserta didik memahami dirinya sendiri dan lingkungannya
2. Fungsi pengembangan, yaitu membantu peserta didik mengembangkan potensinya
3. Fungsi preventif, yaitu membantu peserta didik mengantisipasi dan mencegah berbagai masalah yang mungkin terjadi
4. Fungsi fasilitasi, yaitu memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk berkembang secara optimal.
Sedangkan pendidikan nilai menurut pemikiran saya lebih pada bagaimana penguatan nilai-nilai lokal budaya bangsa yang terdapat dalam butir-butir Pancasila, yang sudah kita terapkan dalam proses pembelajaran melalui Profil Pelajar Pancasila (P3) dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) namun ke depan sepertinya akan dilakukan revisi dalam bentuk program yang berbeda. Apapun bentuk program yang akan dilakukan, intinya pasti akan menuju pencapaian dari tujuan pendidikan nasional Indonesia.
Tugas guru yaitu membina peserta didik sebagai generasi penerus bagi kehidupan di masa yang akan datang, karena tugasnya demikian, maka guru profesional harus selalu melihat ke depan, melihat kehidupan seperti apa yang akan dijalani peserta didiknya kelak.
Terima kasih guruku




















