FOTO. Sejumlah Guru Datangi Kantor KCD Dikbud Sumbawa Barat Keluhkan Ketiadaan Peserta didik dan sejumlah masalah di sekolah.
SUMBAWA BARAT, JEJAKNTB.COM||Krisis besar melanda dunia pendidikan Nusa Tenggara Barat. Puluhan guru SMKN 1 Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat, nekat mendatangi kantor Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan karena sekolah mereka mengalami krisis siswa yang sangat parah. Hanya 18 siswa yang mendaftar di sekolah kejuruan tersebut pada tahun ajaran ini, Senin (14/7).
Sebagian Besar Guru Frustasi, Sekolah Terancam Tutup
Sagian, S.Pd., salah seorang guru di SMKN 1 Brang Rea yang dihubungi melalui telepon, mengungkapkan keprihatinan mendalam. “Beberapa orang guru sekolah SMKN mendatangi kantor KCD dengan alasan siswa di SMKN sangat sedikit dan tidak memenuhi kuota,” kata Sagian dengan nada frustasi.
Kondisi ini semakin memburuk ketika Faisal, S.Pt., Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Brang Rea, membenarkan situasi yang sangat tidak sinkron tersebut. “Kami juga kekurangan tenaga pengajar; dari beberapa kejuruan yang ada di SMKN ini, hanya ada 18 (delapan belas) siswa yang mendaftar,” jelas Faisal

Fasilitas Minim, Daya Tarik Menurun
Yang lebih memprihatinkan, fasilitas sekolah sangat minim sehingga menyebabkan minat belajar di sana berkurang drastis. “Ruang kelas kami ada, tetapi fasilitasnya sangat minim, yang menjadi penyebab menurunnya minat untuk belajar di sini. Seperti di kejuruan komputer, ruang kelas ada tetapi komputernya tidak ada di kelas tersebut,” ungkap Faisal.
Pihak sekolah mengaku telah mengirim surat ke dinas di provinsi, namun hingga saat ini belum ada tanggapan. Sementara itu, SMAN di Taliwang justru memiliki fasilitas yang lengkap dan mendapatkan siswa melebihi kuota.

Abdul Azis, Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB
Kepala Dinas: Sekolah Harus Proaktif
Menanggapi aksi guru-guru tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Abdul Aziz, ketika ditemui wartawan di kantornya mengatakan setiap sekolah memiliki ketentuan yang berlaku, di mana sekolah tersebut sudah memenuhi kriteria seperti sekolah yang unggul.
“Kami dari Dinas Pendidikan Provinsi mendorong supaya pihak sekolah SMKN aktif, harus proaktif mencari inovasi dan kreativitas. Saya baru menjabat dua bulan dan baru sekarang saya dengar informasi bahwa SMKN Brang Rea ini mengalami masalah,” kata Kepala Dinas Pendidikan.
Dilema Penutupan Sekolah
Abdul Aziz juga mengungkapkan dilema yang dihadapi pihak dinas. “Ruang belajar (rombel) siswa disesuaikan dengan SKKS. Jika kita batasi atau tutup sekolah SMAN di Taliwang, apakah siswa-siswa ini bersekolah di SMKN Brang Rea? Kami takutkan anak-anak jadi putus sekolah,” tutupnya.
Krisis ini menjadi cermin kondisi pendidikan kejuruan di daerah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan pusat untuk mencegah generasi muda kehilangan akses pendidikan berkualitas.
Editor. Redaksi
Reporter. Iqr




















