JejakNTB.com, SUMBAWA| Tradisi Mangan Barema yang diangkat kembali oleh Desa Tatede sebagai Desa Budaya Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa memiliki daya tarik istimewa dan syarat dengan makna rasa Syukur atas segala anugerah, dan nikmat dari Yang Maha Kuasa. Tradisi Budaya Mangan Berema ini dikukuhkan pada Tahun 2017 dimasa Bupati H Muhammad Husni Djibril BSc (Alm) dan saat itu diwakili oleh Sekda Sumbawa Drs H. Rasyidi. Demikian Pengantar Ketua Panitia Mangan Barema Desa Tatede pada Rabu pagi 31 Agustus 2022 dilapangan Olahraga Desa Tatede samping Kantor Desa Tatede.
Acara tersebut dihadir oleh banyak kalangan dari Bupati Sumbawa atau pejabat yang mewakili Asisten III, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq, dan Anggota DPRD Ahmadul Kusasih SH dan Edy Syarifuddin, Kepala OPD, Unsur Perwakilan Kapolres Sumbawa dan Dandim Sumbawa, Para Camat dan Kepala Desa Se Kecamatan Lopok, serta Pejabat lainnya. Sebelum masuk ke acara penyampaian sambutan, Para tamu menyaksikan karnaval Junyung Pasagi yang diikuti oleh Ribuan Ibu- Ibu sambil membawa makanan didalam dulang yang diletakkan di atas kepala dan Atraksi Karaci.
Menurut ketua Panitia Suhardi, sejak disematkan Predikat Sebagai Desa Budaya di Kecamatan Lopok. Mangan Barema teralksana setiap tahunnya, akan tetapi setelah diterjang Pandemi Covid 19, tertunda selama dua tahun. Dan Alhamdulillah terlaksana kembali di tahun 2022 dan pelaksanaannya murni atas semangat gotong royong seluruh Warga Desa Tatede.
“Untuk dimaklumi, bahwa terlaksananya Mangan Barema murni dari masyarakat Tatede. Jiwa kegotong-royongan sejak lama terbangun dan di masa Kades Subadri sampai sekarang semakin semangat” Ujarnya.
Hal menarik disampaikannya bahwa Desa Tatede berharap agar Ketua DPRD dan Kepala OPD terkait dapat menetapkan dalam Renstra Renjanya sehingga Pelaksanaan Mangan Barema dapat terus terlaksana dengan semakin semarak dan meriah.
Dirinya menyamping satu buah Lawas
” Tu ngeneng doa ko nenek.belo umer tubarema. Tumangan barema ke sia” Pungkasnya
Gayung bersambut, Kepala Desa Tatede Subadri menyampaikan apresiasinya atas kehadiran seluruh undangan dan kerja Panitia.
Dirinya berharap Desa Tatede sebagai Desa Budaya bisa terus dipertahankan dan dimajukan baik dari segi fasilitas dan prasarana. Hal ini diperkuat oleh Camat Lopok Ulumuddin SP.
“Saya atas nama Pemerintah Kecamatan menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati atau pejabat yang mewakili, Bapak Ketua DPRD kabupaten Sumbawa, di mana Bapak Bupati dan Bapak Ketua DPRD merupakan pimpinan daerah tentunya masyarakat kami pada kesempatan ini merasa sangat tersanjung, itulah ungkapan perasaan dan hati dari masyarakat kami khususnya masyarakat Desa Tatede dan lebih umum masyarakat kecamatan Lopok.
Kemudian lanjutnya, kegiatan Mangan Barema pada hari ini merupakan ciri dari budaya Desa Tatede mungkin juga ada di desa-desa lain di Kabupaten Sumbawa. Ketika Desa Tatede ditetapkan sebagai salah satu Desa Budaya di Kabupaten Sumbawa diharapkan terus lestari. tidak kalah penting pula yang paling utama bahwa budaya tersebut adalah bagaimana platform kerja bersama dalam rangka membangun desa dan nilai-nilai positif Itulah, salah satunya adalah kebersamaan dan gotong-royong yang dimiliki sehingga kita lihat Tatede merupakan salah satu desa terbaik dari berbagai aspek atau dimensi khususnya kami di kecamatan Lopok. dan selanjutnya juga bahwa Mangan Barema ini sebenarnya adalah wujud rasa syukur dari pemerintah dan masyarakat desa Tatede atas limpahan Rahmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT.
“Sebagian besar warga masyarakat Tatede adalah petani dan berkebun. Hasilnya cukup bagus baik padi maupun palawija. Alhamdulilah berkat dukungan kebersamaan dan doa para pemimpin dan kita semua masyarakat desa, bisa lebih maju di masa-masa yang akan datang” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa kagum atas inisiatif pelaksanaan tradisi budaya leluhur tau Samawa.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa bersama-sama hadir di Desa Tatede dalam rangka melestarikan budaya Mangan Berema, hal ini sangat luar biasa” Ungkap Rafiq
Sebelumnya di malam Senin kemarin saya berada di desa Kakiang mengikuti launching Nobar film Barempuk. Ternyata potensi-potensi lokal kita ini sangat banyak. dan hari ini saya berada di Tatede secara langsung merasakan aura dan meriahnya warisan budaya kita.
Saya berharap ini menjadi sebuah potensi unggulan kita, Karena bagaimanapun tugas kita adalah menjaga tradisi-tradisi leluhur nenek moyang kita. Dan saya berharap juga dengan tradisi ini kita kemas sedemikian rupa akan menjadi sebuah potensi unggulan apalagi membawa nilai spiritual yang sangat tinggi”. Ucap Rafiq
Masih kata Rafiq, ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa ini, Alhamdulillah akhir-akhir ini sudah ramai destinasi wisata kita dikunjungi orang-orang luar. Sehingga tradisi lokal kita yang namanya Mangan Berema bisa dijual sebagai icon dan bisa mendatangkan wisatawan ke Desa Tatede ini. dan Pastinya akan ada ikutan atau ekses yang lain karena nggak mungkin masyarakat luar itu datang ke desa hanya ingin melihat, tetapi kita harus menangkap peluang ketika mereka datang bagaimana kesiapan masyarakat kita, produk lokal UMKM kita, siap nggak untuk menerima mereka” Ujar Rafiq
Apa yang harus kita lakukan? Tanya Rafiq. Kemudian sambungnya harus bisa melakukan aksi di sini. janganlah hanya sekedar hari ini, tidak ada langkah-langkah lain yang kita lakukan. termasuk bagaimana infrastrukur di Desa Tatede juga perlu kita kembangkan karena ini akan terkait satu sama lain. Budaya kita bagus tetapi aspek yang lain tidak mendukung itu akan mengurangi nilai dari budaya lokal yang akan kita promosikan tersebut. Urainya
“Dan Insyaallah kami DPRD Sumbawa bersama Pak Ahmadul ,Pak Edy Sarifudin akan membantu rekan-rekan dari Desa Tatede. Pungkasnya.
Selanjutnya Bupati Sumbawa diwakili asisten III menyampaikan sambutannya.
“Atas nama Pemerintah Daerah saya menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan ini selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga sebagai ajang untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan antar warga masyarakat serta sebagai Ikhtiar melestarikan dan membudayakan kearifan lokal. jelas Ir Dirmawan.
Penguatan karakter dan jati diri kita sebagai tau samawa sangat penting di tengah putaran arus globalisasi yang penuh tantangan dewasa ini. saya berharap di hari ini terus didukung oleh semua pihak terutama masyarakat Tatede dan sekitarnya yang berada di wilayah Lopok. saya berharap tradisi yang baik yang diselenggarakan hari ini tidak hanya berhenti hari ini, tapi dengan penuh kesadaran membangun kembali tradisi ini agar tetap hidup dan menjadi semboyan persaudaraan. ucap lr Dirmawan
Kemudian lanjutnya tradisi Mangan Barema ini di zaman dahulu dilakukan oleh kaum hawa dengan menjunjung makanan atau sajian di atas kepalanya, tadi kita saksikan cara ini disebut junyung pasagi, kaum hawa dengan beriringan berjalan menuju tempat perjamuan sambil mengenakan pakaian adat. Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan tradisi tersebut hidup kembali dengan diiringi rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas panen yang melimpah warga masyarakat Tatede akhirnya berinisiatif untuk bersama-sama menyiapkan sajian bagi para tamu yang ada.
Bupati Sumbawa memandang bahwa tradisi ini juga merupakan dari pendidikan karakter yang telah digalakkan Pemerintah Daerah di seluruh perosok kabupaten Sumbawa pada tanggal 4 Oktober tahun 2021 yang lalu Bupati Sumbawa telah meluncur sebuah regulasi yang cukup progresif untuk membangun dan memperkuat pondasi pendidikan karakter bagi masyarakat yaitu Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 33 tahun 2021 tentang pendidikan karakter, regulasi ini menjadi sangat penting bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat, karena berbasis nilai-nilai Luhur budaya daerah Sumbawa yaitu takit ko Nene kangila boat lenge artinya takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan malu berbuat buruk. mudah-mudahan tradisi mangan barema ini dapat terus kita lestarikan selain ikhtiar untuk menguatkan karakter dan jati diri Tau Samawa beserta nilai-nilai sosial yang melekat di dalamnya juga diharapkan ke depan tradisi mangan barema ini dapat menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Sumbawa. Tutup Asisten III dilanjutkan dengan Pembukaan secara resmi Mangan Barema.
Pantauan media ini acara mangan barema ini dilakukan secara langsung dan bersama-sama. Setiap orang mendapatkan satu dulang makanan terdiri atas Nasi atau sejenisnya, lauk pauk dari ikan laut, ikat tawar, buah buahan, hasil kebun dan juga olahan kuliner khas Sumbawa serta minuman yang segar.( AM/ Ruf)




















