Sekdis Muhammad Ihsan, S.Ag., Saat Memberikan sambutan Kegiatan Literasi di aula kantor Kemenag Dompu (11/9).
DOMPU, JejakNtb ||Kegiatan Training of Trainers (ToT) Literasi dan Numerasi yang digagas oleh Inovasi Nusa Tenggara Barat (NTB) berjalan lancar dan penuh semangat pada Jumat (11/9). Pelatihan ini menghadirkan puluhan perwakilan guru tingkat SD/MI se-Kabupaten Dompu.
Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam dua lokasi terpisah. ToT Numerasi dipusatkan di Aula Kantor Haji dan Umrah, sedangkan ToT Literasi diadakan di Aula Kantor Kemenag Dompu, Jalan Sonokling No. 3, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu.
Hadir mewakili Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Sekretaris Dikpora Muhammad Ihsan Ali, S.Ag., menyampaikan pesan yang membangun saat membuka sesi literasi. Ia blak-blakan membeberkan kondisi literasi dan numerasi daerah yang masih berada di zona merah.
Ihsan mengungkapkan, kemampuan literasi Kabupaten Dompu berada di urutan ke-9 dari 10 kabupaten/kota di NTB, sementara kemampuan numerasinya berada di juru kunci atau peringkat ke-10.
“Cukup miris jika kita melihat angka tersebut. Lebih mengherankan lagi ketika pencapaian buruk itu disandingkan dengan jumlah guru kita yang justru surplus hingga 2.680 orang,” tegas Ihsan dengan nada prihatin.
Beliau menyayangkan masih banyaknya siswa di sekolah dasar yang belum bisa membaca. Menurutnya, ini adalah kenyataan pahit yang tak bisa dinafikan. Mohon maafnya, tapi ini harus saya utarakan, di kantor Dikpora, kami banyak menangani persoaran guru yang kekurangan jam, semestinya juga harus di imbangi dengan pengabdian yang maksimal pada kualitas pembelajaran anak didik di kelas.
“Bagaimana tanggung jawab kita sebagai seorang guru kalau anak-anak kita masih belum bisa membaca? Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menuntaskan persoalan keterbelakangan literasi dan numerasi ini,” imbaunya.
Untuk menggugah empati para peserta, Ihsan membagikan pengalaman pribadinya saat makan di sebuah warung. Ia didatangi seorang anak kelas 3 SD berkaos badut yang mengemis. Setelah diajak duduk dan makan bersama, anak tersebut mengaku bahwa dirinya sama sekali belum bisa membaca.
Melalui momentum ToT ini, Dikpora Dompu berharap para guru dapat kembali fokus pada tugas utamanya dalam memberantas buta huruf dan meningkatkan ketangkasan berhitung para siswa di Kabupaten Dompu.(JN)




















