Keberaniannya Membongkar Kampung Narkoba, Marieta Menuai Apresiasi 

SUMBAWA, JEJAKNTB||Keberanian Srikandi Tana Intan Bulaeng dalam membongkar jaringan barang haram membuat nyali para penikmat, kurir, pengedar bahkan bandar narkoba kaget dan terbelalak matanya, betapa tidak, Sumbawa yang selama ini menurut aktifis narkotika adem nyaman untuk berbisnis napza ternyata tidak, dibawah kepemimpinan Kapolres perempuan dengan naluri keibuan yang tinggi punya good inisiatif  ‘to care’ tanah Sabalong Samalewa, ibarat entitasnya menemukan mutiaranya yang sempat hilang.

Kapolri Jenderal Sigit tidak salah menempatkan Srikandi untuk mengendalikan Kepolisian Resort Sumbawa di tangan AKBP. Marieta Dwi Ardhini, SIK. Mayoritas warganya menyambut baik promosi tersebut sebab progress Marieta selama menjabat Kapolres Sumbawa kini terlihat.

Langkah tegas itu mengundang apresiasi, salah satunya datang dari anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni serta tokoh agama, pemuda dan masyarakat setempat.

Sumbawa patut berbangga memiliki Kapolres AKBP.Marieta, Terkini, Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini sosok perempuan pertama yang memimpin kepolisian di daerah Sumbawa ini menunjukkan keberanian luar biasa dengan memimpin langsung penggerebekan kampung yang dikenal sebagai tempatnya sarang narkoba. Operasi ini bukan sekadar agenda rutin atau seremonial belaka, melainkan pernyataan tegas bahwa Polres Sumbawa berdiri di garda depan dalam perang melawan narkoba dibawah kepemimpinannya.

Keberanian AKBP Rieta tidak main main. Meski ada cibiran bahwa “bandar utama lolos”, publik seharusnya melihat nilai nyata dari operasi ini, penyitaan puluhan gram narkoba, uang ratusan juta, dan penangkapan dua orang kunci yang membuka jalan untuk pengembangan kasus lebih lanjut. Langkah ini adalah sirine peringatan keras bagi para bandar dan pengguna bahwa jalan anda akan segera ditutup, anda dalam bidikan pemburuan, percayalah… dari awal saya sudah Prediksi… gebrakan awal Ibu kapolres ini.

Walaupun operasi yang dilakukan ini belum maksimal namun Marieta telah menunjukkan pada khalayak siapa dirinya dan berkomitmen untuk memerangi segala sesuatu yang merugikan masyarakat terutama merusak generasi bangsa.

 

Psikologi Keberanian Perempuan

Secara psikologis, keberanian perempuan dalam memimpin sering kali lahir dari insting protektif yang kuat, empati yang mendalam, dan tekad moral yang tidak mudah goyah. Ketika perempuan berada di posisi strategis seperti AKBP Marieta, keberaniannya kerap muncul bukan hanya dari naluri kepemimpinan, tetapi juga dari rasa tanggung jawab melindungi generasi dari kehancuran narkoba. Di titik ini, keberanian bisa melampaui banyak laki-laki, karena menyatu dengan keyakinan moral dan hati nurani.

 

AKBP Rieta Sosok Perempuan Bermental Baja

Melihat jejak Karier AKBP Rieta adalah bukti nyata bahwa ia bukan sekadar pemimpin formal. Sejak awal bertugas di berbagai satuan kepolisian, ia dikenal tegas, disiplin, dan tak pernah mundur menghadapi risiko. Dedikasinya menegaskan bahwa jiwanya tertempa oleh pengalaman dan mentalnya terbentuk oleh tekad melindungi masyarakat. Debut kariernya kini mulai terlihat dan tidak bisa dinafikan bahwa Marieta kader Tribharata yang teruji.

Mantan Kasat Reskrim Polresta Denpasar (2018–2020) ungkap 12 kasus narkotika jaringan internasional

Saya himbau kepada Rekan Rekan & Kawan kawan Pengguna dan Pengedar Koba Koba…. Tiarap sudah… atau STOP Peredaran..

Hati – hati, Ibu Kapolres ini tegas dan berani dimatanya tidak ada ampun.tidak ada kompromi dengan barang haram itu.Perempuan sangat tidak suka diajak bercanda & main main… apalagi menampakkan hal yang membuatnya geram…. Tidak ada Negosiasi bahkan narkotika tidak punya tempat di Sumbawa.

 

Naluri Keibuan AKBP. Marieta ingin Tanah Kelahirannya tidak terkontaminasi Narkoba

Wanita kelahiran Lantung tersebut memiliki naluri Keibuan yang sangat tinggi guna menaungi dan mengayomi tana dan tau samawa dari berbagai hal yang merusak generasi utamanya narkoba.

Wanita yang karib disapa Rieta kerap memimpin operasi selama menjabat Kapolres dengan terjun langsung, dengan terlibat aktif ke lapangan karena esensi polisi presisi adakah polisi yang bermasyarakat.

Polisi masyarakat, atau Pemolisian Masyarakat (Polmas), adalah pendekatan kolaboratif antara Kepolisian (Polri) dan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui kemitraan. Tujuannya adalah membangun kepercayaan dan kesadaran hukum, dengan anggota Polri seperti Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan warga di tingkat desa dan kelurahan.

Memerangi narkotika dan kejahatan lainnya tidak segampang membalikkan telapak tangan, butuh waktu dan proses. Langkah tegas ini sudah barang tentu mengundang resiko, oleh karena demikian dibutuhkan sinergitas dengan berbagai pihak untuk membebaskan Sumbawa dari kepungan narkotika.

 

Redaksi _

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top