SUMBAWA || Korwil Dikpora Wilayah IV Sumbawa atau yang lebih dikenal dengan KCD Dikpora Kabupaten Sumbawa melalui Junaidi, S.Pd.,M.Pd., mengajak masyarakat terutama warga sekolah wujudkan pendidikan bermutu, berkarakter dan bebas perundungan (bullying) di seluruh lingkungan pendidikan baik ditingkat dasar terutama menengah. Penegasan ini disampaikan Korwil, Senin 27 April 2026 saat Halal Bihalal bersama seluruh Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB.
“Ada enam langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat,” ucapnya sesaat setelah acara tersebut.
Pria yang karib disapa Jun Okaq ini merasa optimis dengan langkah strategis tersebut, diantaranya:
Pendidikan Karakter & Nilai Positif: Integrasikan nilai empati, toleransi, saling menghormati, dan kerja sama dalam kurikulum untuk meningkatkan moral siswa dan mencegah perilaku bullying.
Kebijakan Anti-Bullying yang Tegas: Sekolah wajib memiliki aturan tertulis yang jelas mengenai larangan perundungan serta prosedur pelaporan yang aman dan rahasia.
Lingkungan Sekolah Aman & Nyaman: Ciptakan budaya sekolah yang positif, nyaman, dan menyenangkan (seperti program “Happy Tanpa Bully”).
Pemberdayaan Siswa & Agen Perubahan: Latih siswa untuk menjadi agen perubahan yang berani melaporkan atau menghentikan aksi perundungan, serta tingkatkan rasa percaya diri mereka.
Kolaborasi Pihak Terkait: Libatkan orang tua secara aktif dalam pencegahan dan penanganan kasus, serta lakukan sosialisasi rutin tentang dampak perundungan.
Pelatihan Guru dan Staf: Bekali tenaga pendidik dengan kemampuan manajemen emosi dan intervensi cepat saat terjadi perundungan di kelas maupun lingkungan sekolah.
“Guru bukan hanya sebagai penyampai materi pelajaran, tetapi juga sebagai sosok yang membentuk karakter, moral, dan etika siswa. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk memupuk sikap saling menghormati, empati, dan kerjasama,” jelasnya.
Mari jadikan setiap ruang kelas sebagai tempat di mana setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut atau tekanan dari bullying. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk membentuk generasi yang lebih baik, yang tumbuh dalam lingkungan belajar yang positif dan membanggakan,” pungkasnya.
Jurnalis : @1S
Editor : Red



















