DOMPU, JEJAKNTB.COM| Kepala BPKAD Kabupaten Dompu yang juga kader Nahdiyyin, Muhammad Sahroni mengatakan Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum penting untuk merajut kembali kebersamaan mempererat persaudaraan dalam meraih derajat ketaqwaan serta menyatukan perbedaan dalam keberagaman.
Pria yang karib disapa Dae Roni menambahkan Idul Fitri tidak hanya menjadi waktu untuk merayakan kemenangan spiritual ummat Islam tetapi juga pengingat bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa dan daerah. Dengan semangat yang terus dipelihara, Idul Fitri menjadi tonggak penting dalam melanjutkan pembangunan daerah terutama Dompu Maju yang lebih signifikan, harmonis dan bermartabat.
“Idul Fitri bukan hanya hari raya dan sekedar merayakan kemenangan spiritual , tetapi juga momen penting untuk merajut kembali kebersamaan dan semangat kedompuan yang melekat dalam diri pribadi cinta damai dan harmonis,” ujarnya, sesaat setelah Bukber kemarin.
Hal ini disampaikan Dae Roni saat momentum acara Bukber yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Dompu kemarin sore.
Kader Nahdiyin ini menjelaskan bahwa keberagaman bangsa Indonesia terwujud dalam berbagai aspek, seperti bahasa, tradisi, dan kepercayaan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pun mencatat bangsa Indonesia terdiri dari lebih dari 300 suku bangsa dan lebih dari 700 bahasa daerah.
Meskipun ada perbedaan tersebut, Idul Fitri dapat menjadi jembatan untuk menciptakan harmoni di antara berbagai kelompok. Melalui perayaan ini, individu dari berbagai latar belakang berkumpul untuk saling mengunjungi, memberikan ucapan selamat, dan berbagi makanan, sehingga terbangun rasa saling menghargai,” jelas Dae Roni.
“Di banyak daerah, kegiatan saling berkunjung tidak hanya dilakukan oleh sesama umat Muslim, tetapi juga melibatkan masyarakat dari agama lain. Hal ini mencerminkan semangat persatuan dan saling menghormati yang menjadi pilar dalam kehidupan berbangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dae Roni menyampaikan praktik berbagi saat Idul Fitri turut menjadi momentum istimewa. Dalam banyak komunitas, ada tradisi pembagian zakat fitrah kepada yang kurang mampu. Menurutnya, hal ini tidak hanya menjadi praktik keagamaan, tetapi juga memberikan kontribusi sosial.
“Data dari Lembaga Amil Zakat mencatat bahwa selama Idul Fitri pada tahun 2026, jumlah zakat yang dikumpulkan meningkat sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Menunjukan antusiasme masyarakat untuk berbagi kebahagiaan, tanpa memandang latar belakang penerima zakat,” pungkasnya.(*)




















