Humanis di Ruang Pengawasan: Mengenal Sosok Ramah di Balik Meja Sekretaris Inspektorat Kabupaten Dompu

 

DOMPU, [JEJAKNTB]|| Kesan kaku, tegang, dan formal sering kali melekat pada lembaga pengawas internal pemerintah seperti Inspektorat Daerah. Namun, suasana berbeda akan Anda rasakan saat melangkah ke ruang kerja Ida Nurmawaddah, S.E., Sekretaris Inspektorat Kabupaten Dompu.

Pintu ruangannya hampir selalu terbuka, menyambut siapa saja dengan senyuman hangat dan sapaan yang ramah.

Bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat yang datang untuk berkonsultasi, sosok yang akrab disapa Mbak Ida ini dikenal sebagai oase di tengah ketatnya regulasi pengawasan. Ia berhasil mengubah stigma Inspektorat yang semula ditakuti menjadi lembaga penasihat yang merangkul dan solutif.

 

Mengutamakan Komunikasi yang Hangat

Sebagai Sekretaris Inspektorat, Ida memegang peranan krusial dalam pembinaan teknis dan administrasi internal. Namun, alih-alih memosisikan diri sebagai pengawas yang berjarak, ia memilih pendekatan yang humanis.

“Pengawasan itu bukan mencari-cari kesalahan, melainkan meluruskan yang keliru dan mencegah potensi pelanggaran,” ujar Ida saat ditemui di ruang kerjanya.

“Jika kita menyambut rekan-rekan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dengan ramah dan terbuka, mereka tidak akan takut untuk jujur dan terbuka mengenai kendala program mereka.”Karakter ramahnya bukan sekadar formalitas. Setiap tamu yang datang, mulai dari staf biasa, kepala desa yang berkonsultasi anggaran, hingga masyarakat umum, selalu disambut dengan suguhan teh hangat dan diskusi yang santai namun tetap substantif.

 

Mengutamakan Komunikasi yang Hangat

Sebagai Sekretaris Inspektorat, Ida memegang peranan krusial dalam pembinaan teknis dan administrasi internal. Namun, alih-alih memosisikan diri sebagai pengawas yang berjarak, ia memilih pendekatan yang humanis.

“Pengawasan itu bukan mencari-cari kesalahan, melainkan meluruskan yang keliru dan mencegah potensi pelanggaran,” ujar Ida saat ditemui di ruang kerjanya.

“Jika kita menyambut rekan-rekan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dengan ramah dan terbuka, mereka tidak akan takut untuk jujur dan terbuka mengenai kendala program mereka.”Karakter ramahnya bukan sekadar formalitas. Setiap tamu yang datang, mulai dari staf biasa, kepala desa yang berkonsultasi anggaran, hingga masyarakat umum, selalu disambut dengan suguhan teh hangat dan diskusi yang santai namun tetap substantif.

 

Reformasi Pelayanan yang Inklusif

Keramahan Ida juga tercermin dari inovasi pelayanan yang ia gagas di Sekretariat Inspektorat. Beliau menginisiasi  Corner Consultation atau Pojok Konsultasi, sebuah ruang diskusi kasual yang didesain nyaman agar OPD tidak merasa sedang “diinterogasi” saat melakukan koordinasi program.

Beberapa program kerja yang sukses di bawah koordinasi administrasinya meliputi:

Pojok Konsultasi Pengadaan: Ruang diskusi terbuka bagi para PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) untuk meminimalisasi kesalahan administrasi proyek sebelum berjalan.

Layanan Pengaduan Responsif:

Sistem penanganan aduan masyarakat yang berbasis pendekatan persuasif dan transparan.Inspektorat Ramah Lingkungan: Penerapan sistem kerja paperless demi menciptakan suasana kantor yang bersih dan nyaman bagi pegawai maupun pengunjung.

Salah satu staf di Inspektorat, yang karib disapa Rose Zahra, memberikan kesaksiannya mengenai gaya kepemimpinan sang Sekretaris. “Mbak Ida itu tipe pemimpin yang tidak pernah meninggikan suara. Kalau ada pekerjaan yang kurang tepat, beliau menegur dengan tersenyum lalu memberi arahan yang jelas. Kami bekerja tanpa tekanan, tetapi tetap disiplin tinggi,” ungkapnya.

Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Inspektorat Kabupaten Dompu yang ramah dan bersahaja ini sangat mengapresiasi jejak pengabdiannya.

“Apapun penilaian orang tentang beliau, Yang jelas di mata Rose beliau baik, dan merupakan teman diskusi yang asyik. Kami saling support melengkapi, menghargai dan saling mengerti satu sama lainnya. Kami bersahabat cukup lama sekali.. Karena itu kami awet dalam perbestian,” sambutannya.

Menjaga Keseimbangan: Ramah Tapi Tegas

Meski dikenal sangat ramah dan murah senyum, Ida dikenal tanpa kompromi jika menyangkut integritas dan penyalahgunaan wewenang.

Keramahan baginya adalah instrumen komunikasi, sedangkan aturan tetap menjadi panglima.

“Ramah itu sikap pelayanan, integritas itu prinsip hidup. Keduanya tidak boleh dipertukarkan. Kita bisa menegakkan aturan dengan cara yang sopan tanpa harus kehilangan ketegasan,” tegas wanita lulusan Ilmu Ekonomi ini pada media.

Melalui pendekatan humanis ini, indeks kepuasan pelayanan internal di Kabupaten Dompu , Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat signifikan. Sosok Ida Nurmawaddah menjadi bukti nyata bahwa wajah pengawasan pemerintahan Kabupaten Dompu masa kini tidak harus selalu tampil seram, melainkan bisa hadir dengan senyuman yang mengedukasi dan mengayomi.(*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top