Muhammad Idrus dari BPMP Provinsi NTB,, selaku Lead Program PPKSP wilayah NTB. (Foto.Pribadi)(Nukman/JejakNTB)
SUMBAWA BARAT, jejakntb.com|Diklat Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada jenjang pendidikan PAUD yang telah diadakan Dikbud Sumbawa Barat, Senin (28/10) di Taliwang sangat diapresiasi semua pihak. Salah satunya Muhammad Idrus, S.Ag., M.Ag. dari BPMP Provinsi NTB,, selaku lead program PPKSP wilayah NTB pada JejakNTB Rabu pagi (30/10) mengatakan bahwa cara Dikbud KSB selangkah lebih maju dalam mengarusutamakan pendidikan dan kebudayaan.
Acara yang diikuti guru- guru jenjang PAUD SD dan SMP itu sukses terlaksana oleh Bidang GTK Dikbud KSB dan diawaki Kepala Dinas hebat Kushnarti, S.Pd., MM.Inov.


“Kegiatan ini positif karena dampaknya akan melindungi warga sekolah dari tindakan kekerasan,”ucapnya saat mengawali wawancara pagi dengan media ini.
Pria yang akrab disapa Idrus ini menambahkan Tim Pencegahan dan Penanganan Tindakan Kekerasan di Satuan Pendidikan ( TPPKSP) selama kegiatan menerima materi pencegahan dan penanganan kekerasan sesuai permendikbudristek nomor 46 tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Tindakan Kekerasan di Satuan Pendidikan dan Kepsekjen Kemendikbud ristek nomor 49/M/2023 tentang juknis tata cara PPKSP,” tambahnya.
“Selama kegiatan, peserta yang berasal dari guru guru yang mengajar di jenjang PAUD , SD dan SMP mengikuti kegiatan dan melakukan simulasi bentuk penanganan PPKSP yang terjadi di sekolah,” ujarnya
“Mereka sangat antusias dan bersemangat serta berharap banyak akan suasana sekolah yang aman dan nyaman serta kondusif bagi khususnya peserta didik dan seluruh warga sekolah,” pintanya.
Untuk diketahui Pencapaian pembentukan TPPKSP di sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat termasuk yang tertinggi dari seluruh kabupaten/kota yang ada di NTB,,yang artinya bahwa komitmen untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman di KSB sangat tinggi,” pungkasnya.
Senada dengan Idrus, Doktor Ibnu Ibnu Wahyu Riyadi dari BGP NTB pun menilai langkah Dikbud KSB sangat luarbiasa dan tidak ditemukan di daerah lain.
” KSB lebih agresif dan memiliki praktek praktek baik serta mampu mensupport dan menginisiasi hal hal yang menguatkan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, ini yang langka,” urainya.
Diberbagai tempat ada tetapi selalu menjadikan ini itunya sebagai kendala tekhnis dan utama sementara’ Sumbawa Barat KSB lebih dari yang dikira, inilah kelebihan Bumi Pariri Lema Bariri.(Nkm)




















