Bupati Sumbawa Buka Diseminasi Motif Kere Alang, Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal

Bupati Sumbawa:  Budaya yang hidup adalah budaya yang terus bergerak. Motif lama kita lindungi, motif baru kita ciptakan

 

 

 

SUMBAWA BESAR, JEJAKNTB|Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, membuka kegiatan Diseminasi Motif dan Corak Kere Alang sebagai Ekspresi Budaya Tradisional Menuju Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yang diinisiasi oleh Universitas Samawa bekerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara, bertempat di Istana Dalam Loka, Senin (2/3).

Dalam sambutannya, Bupati H. Jarot menegaskan bahwa motif dan corak Kere Alang bukan sekadar ornamen kain, melainkan representasi ingatan kolektif masyarakat Tau Samawa yang sarat nilai filosofi, identitas, dan pandangan hidup.

Menurutnya, langkah UNSA melalui LPPM bersama PT AMNT dalam melakukan riset, pendataan, hingga mendorong pendaftaran Kekayaan Intelektual Komunal merupakan langkah strategis dan visioner untuk melindungi ekspresi budaya tradisional Sumbawa.

“Tanpa perlindungan hukum yang jelas, ekspresi budaya tradisional sangat rentan disalahgunakan bahkan diklaim pihak lain. Kita tidak ingin motif yang lahir dari rahim Samawa justru didaftarkan oleh daerah lain yang tidak pernah menenunnya,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, termasuk Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), budayawan, akademisi, pelaku tenun, anggota APDISA, serta pegiat ekonomi kreatif yang konsisten mendokumentasikan dan mempromosikan motif tradisional daerah.

Ia menekankan bahwa perlindungan KIK bukan sekadar formalitas administratif, tetapi wujud keberpihakan terhadap identitas kolektif masyarakat agar warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun tercatat secara resmi dan memiliki kekuatan hukum.

Di sisi lain, Bupati mendorong generasi muda untuk terus berinovasi. Perlindungan motif lama melalui KIK, menurutnya, harus berjalan seiring dengan lahirnya kreativitas baru.

“Budaya yang hidup adalah budaya yang terus bergerak. Motif lama kita lindungi, motif baru kita ciptakan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, di era ekonomi kreatif saat ini budaya tidak hanya menjadi simbol identitas, tetapi juga sumber nilai tambah ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, memperkuat peran perempuan, serta menghidupkan ekonomi desa.

Bupati berharap ke depan Kabupaten Sumbawa tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga karena kekayaan budayanya.

Bukan sekadar motif dan corak, tapi bagian dari identitas dan kebanggaan Tau Samawa. Langkah demi langkah kita kuatkan perlindungan hukumnya agar warisan budaya ini tetap terjaga dan tidak hilang ditelan zaman. Budaya kita, tanggung jawab kita bersama. (*)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top