Buka Intermediate Training Nasional, Ini Ajakan Sekda Hairul kepada Anak-anak HMI Cabang Sumbawa Barat

JEJAKNTB.COM|| Sekertaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Drh. Hairul, MM mengajak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi lokomotif pembangunan daerah. Ajakan ini disampaikan saat membuka kegiatan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Sumbawa Barat, Kamis (20/10), di Lantai III Gedung Setda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Hairul menilai kehadiran HMI harus mampu menjadi kekuatan penggerak yang mampu berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di daerah. Ia menegaskan, tema yang diusung pada pelatihan kali ini,”Positioning HMI dalam mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan dan ikhtiar merawat Integritas Pembangunan,” selaras dengan tantangan yang dihadapi Sumbawa Barat saat ini.

Menurut Hairul menjaga integritas adalah hal yang mudah diucapkan namun sulit dijalankan. Karena itu, ia mengapresiasi keberanian HMI mengangkat tema besar yang menuntut keteladanan dan konsistensi moral.

“Tema HMI ini berat, menjaga integritas enak disebut tapi sulit diterapkan. Namun kita tahu, banyak alumni HMI yang hebat, bermartabat, dan mampu memberikan karya terbaik untuk negeri ini,” ungkapnya.

Hairul menambahkan, meski baru berusia 22 tahun Sumbawa Barat menunjukkan capaian pembangunan yang menggembirakan. ” Kalau dibandingkam dengan daerah lain, kita jauh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 12 persen, sementara daerah lain baru 6 persen. Ini tentu berkat adanya tambang, tapi sekaligus menjadi tantangan bagi kita semua,” ujarnya.

Sekda yang juga alumni Denpasar itu mengingatkan bahwa, sektor tambang yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi daerah tidak akan berlangsung selamanya. Ia menyebut, tambang di Sumbawa Barat diperkirakan akan berakhir pada tahun 2030, sehingga perlu disiapkan arah pembangunan baru agar perekonomian daerah tetap tumbuh.

” Kita harus pindah segmen berfikir. Pembangunan kita harus punya klaster-klaster baru pertumbuhan ekonomi. Tahun depan inshaallah infrastruktur pariwisata mulai dibangun, dan dalam lima tahun kedepan kita akan melihat klaster ini tumbuh,” jelasnya.

Selain pariwisata, Hairul juga menyebutkan beberapa sektor lain yang akan dikembangkan, seperti, peternakan, pertanian, dan perikanan budidaya. Sektor-sektor ini, katanya, akan menjadi tulang punggung ekonomi baru yang lebih mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat KSB.

Lebih lanjut, Hairul mengajak semua pihak termasuk kader HMI, untuk ikut berkontribusi dalam program-program pembangunan daerah. Ia menyinggung program Kartu KSB Maju yang menjadi salah satu terobosan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat dalam memperkuat pelayanan dasar masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan UMKM.

” Kalau bukan kita yang urus bersama, siapa lagi? Karena itu Tagline Harlah Sumbawa Barat adalah ‘Bersama-sama Mewujudkan KSB Maju Luar Biasa ‘. Mari kita jadikan semangat itu sebagai gerakan nyata,” ucapnya.

Dalam forum tersebut, Sekda Hairul juga menekankan bahwa HMI memiliki tanggungjawab moral untuk menjadi pelopor perubahan. Ia mengingatkan bahwa visi besar Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika generasi muda mau bergerak dan mengambil peran strategis.

” Banyak yang bicara tentang Indonesia Emas pada tahun 2045 tapi tidak melakukan apa-apa. HMI harus jadi lokomotif pembangunan di Sumbawa Barat. Bersama-sama kita wujudkan daerah ini menjadi KSB yang Maju Luar Biasa,” pungkasnya.(Red)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top