JejakNTB.com, DOMPU |Akhirnya kasus pelecehan seksual dengan korban inisial Y (16) siswi SMKN 1 Dompu yang dilakukan oknum mantan KCD Dikbud ber inisial S (56) saat melakukan magang di Kantornya kini menempuh islah. Kasus yang sempat viral dan menghebohkan jagat maya Bumi Nggahi Rawi Pahu tersebut resmi dilaporkan orang tua korban sekitar satu pekan lalu dicabutnya kembali sekitar satu pekan kemudian setelah terlapor menempuh upaya upaya persuasif dan pedekate yang aktif kepada pihak keluarganya.
Hal tersebut diakui oleh Kasatreskrim Polres Dompu, AKP. Adhar, S. Sos., yang dihubungi media ini Sabtu (3/9/) melalui ponselnya.
Ditanya kelanjutan penyelidikan kasus S mantan KCD Dikbud yang sangat viral tersebut eks Reskrim Polres Kabupaten Bima ini langsung menjawab,” iya sudah damai dan berkasnya telah dicabut sehingga perkaranya tidak dilanjutkan lagi bang. Sudah datang kedua belah pihak dan keluarga mendamaikan hal tersebut,” ungkap AKP. Adhar S.Sos pada media.
Senada dengan Adhar, Kepala SMK Negeri 1 Dompu Fathurrahman melalui Iwan Ermansyah MPd selaku Wakasek Kesiswaan pun mengakui hal itu,
” Alhamdulillah berkat saling kesepahaman kedua belah pihak telah sepakat untuk selesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan dan adapun berkasnya di pihak kepolisian polres dompu telah dicabut oleh kedua orangtua dan keluarga korban. Sudah tidak ada lagi persoalan semuanya sudah clear and cleaned.” Kata Dae Iwan.
Dae Iwan berharap mudah mudahan kejadian tersebut tidak terulang kembali dan merupakan pengalaman pertama dan terakhir bagi kedua keluarga,
” Ambil hikmah dari semua kejadian dan semoga tidak terulang kembali di masa masa yang akan datang. Jadikan ini pelajaran buat pak s dan siswi y jangan lagi ada mari kita instrospeksi diri kita,” tuturnya.
Untuk diketahui, terduga pelaku pencabulan adalah berinisial S salah seorang pegawai Dinas Dikbud NTB Cabang Dompu diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang siswi atas nama inisial Y (16) SMKN 1 Dompu saat melaksanakan PPL atau Magang/praktek pada Kantor KCD Dompu senin lalu.
Saat itu korban Y (16) siswi SMKN 1 Dompu tengah bekerja merapikan dokumen dan arsip secara tiba tiba datang oknum S menghampiri dan memegang pantat belakangnya sambil ber selfie yang pada akhirnya membuat perasaan gadis belia itu merasa enggak nyaman lalu menceritakan kejadian itu pada kedua orang tuanya.
Merasa putri satu satunya dilecehkan seperti itu, salah seorang ibundanya melaporkan kasus tersebut kepada Satreskrim Polres setempat. (Nkm)




















