JEJAKNTB.COM||Tim verifikasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis, (30/10) melakukan kunjungan lapangan ke SDN 14 Sumbawa yang berlokasi di Kelurahan Pekat untuk menilai kesiapan sekolah tersebut sebagai calon Sekolah Adiwiyata.
Penilaian ini merupakan bagian dari program untuk mendorong sekolah agar memiliki gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup (PBLHS).
Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup (PBLHS) adalah aksi sadar dan berkelanjutan oleh sekolah untuk menanamkan kebiasaan ramah lingkungan di antara siswa, guru, dan masyarakat sekitar.

Tujuannya adalah membentuk generasi muda yang peduli lingkungan, melestarikan fungsi lingkungan hidup, serta meningkatkan kualitas lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Contoh kegiatannya meliputi memilah dan mengelola sampah, menjaga kebersihan, menanam pohon, serta menghemat energi.
Kepala Sekolah SD Negeri 14 Sumbawa, Ibu Asmininingsih, menyambut hangat tim verifikator dengan didampingi seluruh warga sekolah.
“Kami sangat antusias untuk menunjukkan upaya kami dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, hijau, dan bersih. Kami sudah mempersiapkan semua aspek yang dibutuhkan,” ujar Ibu Asmininingsih .
Selama kunjungan, tim verifikator fixed mengevaluasi berbagai aspek di sekolah, termasuk:
- Identifikasi Potensi dan Masalah Lingkungan Hidup (IPMLH): Bagaimana sekolah mengidentifikasi dan menangani isu lingkungan.
- Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS): Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti pengelolaan sampah, penggunaan energi secara hemat, dan program penghijauan.
- Sarana dan Prasarana: Ketersediaan fasilitas yang mendukung program lingkungan, seperti kebun sekolah dan tempat pemilahan sampah.
- Inovasi Lingkungan: Terobosan yang diterapkan sekolah untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.
Berdasarkan hasil verifikasi, tim akan memberikan rekomendasi kepada sekolah untuk terus mempertahankan dan meningkatkan komitmennya. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya menjadi prestasi bagi SD Negeri 14 Sumbawa, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menerapkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Pantauan langsung, SDN 14 Sumbawa memiliki kekhasan atau Privillege seperti kondisi lingkungan yang sangat bagus, asri dan tidak dibuat-buat. Di sekolah tersebut ditanamkan kebiasaan dan mengubah mindset siswanya agar merasa memiliki sekolah seperti tidak membuang sembarang sampah, membiasakan perilaku terpuji dan baik serta memiliki aura dan karakter yang Budiman yang memancarkan Akhlakul Karimah menjadi sebuah kultur dan budaya sehari-hari di sekolah.
(Aan/ISS)




















