JEJAKNTB.COM | Akibat curah hujan yang cukup tinggi dan intens beberapa hari di wilayah Kecamatan Madapangga khususnya Bima dan sekitarnya mengakibatkan banjir dahsyat yang disertai kerusakan sejumlah instalasi mulai listrik hingga air minum (PDAM) yang merupakan andalan utama warga, sehingga hampir seminggu aliran air dari perusda PDAM Bima macet total.
Sejumlah Desa seperti Monggo, Ncandi, Dena, Rade, Bolo, Tonda, Mpuri bahkan Woro dan Campa saat ini masih belum bisa menikmati air bersih yang bersumber dari PDAM Bima sebagai salah satu perusda dibawah Pemkab Bima.
Warga Monggo, Hasan (55) pada JejakNTB, Selasa (24/12) mengatakan keprihatinannya atas kondisi ini. “Kami sangat prihatin dengan kondisi air PDAM Bima yang kerap ngadat dan berkeruh disaat musim hujan tiba, padahal kami rutin menunaikan kewajiban membayar air setiap bulannya, kemana negara,” ujarnya.
Senada dengan Hasan, Amiruddin (34) warga Desa Dena pun sangat geram dengan kondisi air PDAM Bima yang tidak memberikan layanan yang lebih baik,” Sudah seminggu airnya ngadat, sekarang sedikit perlahan mulai ngucur tapi kwalitas nya sangat buruk, airnya sangat keruh dan debit serta volume nya sangat rendah, mana Pemda kenapa membiarkan ini semua,”ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekcam Madapangga Suriansyah, ST mengatakan, bahwa Pipa Utama air PDAM Bima untuk wilayah Kecamatan Madapangga kini tengah mengalami kerusakan berat akibat tertimpa longsoran dan gerusan banjir besar yang terjadi sepekan.
” Ada pipa utama yang hancur dibawah jembatan jalan dua jalur di jalan lintas Sumbawa Bima Desa Ndano, tepatnya sebelah timur MIS yang berdekatan dengan taman rest area lokasi setempat,” bebernya pada media, Senin (23/12).
Menurutnya kerusakan itu sudah disikapinya bersama Staf PDAM Madapangga Muhtar dan bersama warga melakukan gotong royong guna menyelamatkan pipa air bersih yang menjadi kebutuhan masyarakat Madapangga.
” Pipa air bersih mengalami kepatahan sepanjang sepuluh meter dan sudah kami perbaiki secara bersama-sama dengan pihak perusahaan air minum PDAM Bima yang diwakili Muhtar dan rekan sekerjanya,” ucap Sekcam pada JejakNTB.
Masih Suriansyah, putus/patahnya pipa air PDAM ini terjadi sejak Jumat (21/12) sehingga masyarakat hingga kini belum menikmati air bersih sesuai yang diharapkan.
” Kita sudah membersamai maslahat ini dengan Staf KUPT PU, pak Muhtar staf PDAM dibantu staf kantor Camat Madapangga telah melakukan perbaikan,” urainya.
Pipa PDAM Bima ini kerap rusak disaat musim hujan tiba terutama saat banjir menerjang areal Ndano dan sekitarnya, dan kondisi ini terjadi sejak tahun 2021 dan tidak pernah terpikirkan oleh Perusahaan PDAM Bima untuk diganti posisinya yang lebih steril dan nyaman agar tidak terulang kembali.
Selain kerusakan pada saluran perpipaan sepanjang sepuluh meter juga amblasnya lahan warga sepanjang seratus meter akibat banjir dahsyat pekan lalu.
” Iya, betul sekali selain pipa kita juga gotong royong membangun Bronjong sepanjang seratus meter pada lokasi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kita terhadap bencana,” pungkas Sekcam yang akrab dengan media ini pada JejakNTB.(WMo)




















