Kepala SMA Negeri 2 Sumbawa Ainun Asmawati, S.Pd.,M.Pd. bersama Pemateri tengah menyampaikan arahannya dalam kegiatan yang dimulai 1 hingga 4 September 2026 di Ruang Aula SMANDA. (JejakNtb//Ist)
SUMBAWA [JejakNtb] || Dalam upaya mendongkrak mutu pembelajaran abad ke-21, SMA Negeri 2 Sumbawa Besar sukses menggelar In-House Training (IHT) peningkatan kapasitas guru berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).Kegiatan strategis ini berhasil terlaksana atas kolaborasi apik dengan empat perguruan tinggi terkemuka, yaitu Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS), Universitas Samawa (UNSA), dan STAIS Sumbawa.

Peserta IHT tengah fokus dan tertib mendengarkan pemaparan materi
Terpantau kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh KCD Dikpora Wilayah IV Sumbawa, Junaidi, S.Pd.,M.Pd., yang disaksikan pengawas pembina serta sivitas SMA Negeri 2 Sumbawa.
IHT yang berlangsung selama empat hari, mulai 31 Agustus s.d. 3 September 2026, diikuti seluruh dewan guru SMA Negeri 2 Sumbawa ini mengambil tema ” Penguatan Kokurikuler Berbasis STEM” dengan mengundang pemateri, sebagai berikut:
1. Assoc. Prof. Dr. Supratman, S.Pd.,M.Pd (UNSA)
2. Prof. Bevo Wahono, S.Pd.,M.Pd., PhD (Universitas Negeri Jember)
3. Dr. Duhwi Indrati, S.Pd., M.Pd(Universitas NU Sidoarjo)
4. Lili Suharli S.Si., M.Pd (UTS)
5. Muhammad Mukhlis, S.Pd (Pengawas)
Kolaborasi lintas institusi ini bertujuan untuk membekali para pendidik dengan metodologi pembelajaran modern yang integratif, inovatif, dan berpusat pada siswa. Melalui sesi ini, para guru mendapatkan penguatan wawasan dan strategi dalam merancang kegiatan kokurikuler yang mengintegrasikan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) secara kontekstual, kreatif, kolaboratif, dan bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persiapan implementasi Kokurikuler Berbasis STEM yang dipandu langsung oleh Kepala SMAN 2 Sumbawa Besar Ibu Ainun Asmawati, S.Pd., M.Pd bersama Wakil Kepala Sekolah Bapak Andi Riswanto, M.Pd. Sesi ini menjadi langkah strategis untuk menyusun dan mematangkan rencana implementasi agar kokurikuler berbasis STEM dapat diterapkan secara optimal di lingkungan sekolah.
Belajar bersama, berkolaborasi, dan berinovasi untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa depan.

Peserta IHT tengah fokus dan tertib mendengarkan pemaparan materi
Kepala SMA Negeri 2 Sumbawa, Ainun Asmawati, S.Pd.,M.Pd., menyampaikan bahwa kemitraan dengan empat perguruan tinggi ini merupakan langkah progresif untuk membawa atmosfer akademik kampus ke dalam lingkungan sekolah.
“Kami ingin guru-guru tidak hanya mengajar teori, tetapi mampu memantik daya kritis dan kreativitas siswa melalui pendekatan STEM.

Peserta IHT tengah fokus dan tertib mendengarkan pemaparan materi
Kehadiran para pakar dan akademisi dari empat kampus mitra ini memberikan perspektif baru serta bimbingan praktis yang sangat berharga bagi peningkatan kompetensi guru kami,” ujar Ainun saat membuka acara.

Peserta IHT tengah fokus dan tertib mendengarkan pemaparan materi
Kolaborasi Kampus
Setiap perguruan tinggi mitra membawa kepakaran khusus untuk mengupas tuntas implementasi STEM di ruang kelas:
UNUSIDA: Membimbing guru dalam penguatan konsep dasar sains dan matematika kontekstual.
UTS: Membimbing integrasi aspek teknologi dan platform digital dalam pembelajaran
UNSA: Mengajarkan penerapan metode engineering (rekayasa) sederhana untuk memecahkan masalah sehari-hari
STAIS: Fokus pada penyusunan modul ajar berbasis STEM serta instrumen penilaiannya yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
Selama pelatihan, para guru tidak hanya mendengarkan materi, melainkan langsung berpraktik dalam kelompok. Mereka ditantang untuk merancang proyek pembelajaran interdisipliner, membuat alat peraga berbasis engineering, hingga menyimulasikan pembelajaran STEM (peer teaching).
Dampak Nyata bagi Pembelajaran
Perwakilan fasilitator dari perguruan tinggi mitra, Lili Suharli, M.Si., dari UTS mengapresiasi antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta. Menurutnya, kesiapan sekolah dalam mengadopsi pembelajaran STEM akan berdampak besar pada kesiapan siswa menghadapi tantangan masa depan.”Kolaborasi ini adalah wujud nyata hilirisasi ilmu dari perguruan tinggi ke satuan pendidikan dasar dan menengah. Guru-guru di sini sangat adaptif dan kreatif dalam menyusun rancangan pembelajaran berbasis proyek,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya IHT ini, SMA Negeri 2 Sumbawa Besar berkomitmen untuk langsung menerapkan pembelajaran berbasis STEM pada tahun ajaran berjalan. Pihak sekolah bersama empat perguruan tinggi mitra juga telah menyepakati adanya program pendampingan dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan program demi mencetak generasi muda yang unggul di bidang sains dan teknologi.(*1Ss/*M@n)




















