Inilah Sekda Putra Jawa Timur pertama yang dilantik di jabatan Sekda di NTB
MATARAM, JEJAKNTB.COM| Dalam sejarah berbumi gora baru kali ini NTB diisi ASN import untuk dijadikan Kepala Administrasi Pemerintahan ini adalah sebuah keunikan kebijakan yang tidak pernah terjadi selama daerah ini ada, sebuah kebijakan yang kontras dan kontroversial bahkan sejumlah pihak mulai meragukan platform meritokrasi itu.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, resmi melantik Abul Chair, Ak sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB. Yang menarik perhatian publik, pria yang dilantik untuk memegang jabatan puncak birokrasi di Bumi Gora tersebut bukanlah putra asli NTB, melainkan kelahiran Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pelantikan berlangsung di Pendopo Gubernur, Kamis (9/4/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 29/TPA Tahun 2026 yang ditetapkan pada 17 Maret 2026.
Iqbal dalam sambutannya, secara eksplisit menyampaikan bahwa siapapun yang mencintai tanah NTB adalah bagian dari daerah ini.
“Siapapun yang mencintai tanah ini, siapapun yang mencintai provinsi ini, maka dia adalah orang NTB. Selamat datang dan jadilah warga NTB yang merupakan bagian dari keluarga besar kami di NTB,” ujar Miq Iqbal dengan tegas.
Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu bahkan meminta Sekda Abul Chair untuk mencintai NTB seperti ia mencintai tanah kelahirannya sendiri.
“Saya yakin budaya latar belakang bapak dengan budaya kami di NTB tidak jauh, sehingga tidak sulit bagi bapak untuk mencintai NTB seperti bapak mencintai tanah kampung halaman bapak sendiri,” harapnya.
Abul Chair yang dilantik hari ini diketahui bukan berasal dari jalur karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov NTB. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur.
Keputusan Gubernur Iqbal untuk memilih figur dari luar NTB ini dinilai sebagai langkah berani untuk membawa perspektif dan pengawasan baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Dalam arahannya, Miq Iqbal mengakui bahwa selama setahun kepemimpinannya, ia belum maksimal membangun jaringan di luar daerah karena harus berkantor setiap hari akibat belum adanya Sekda definitif.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah punya Sekda. Pak Sekda nanti kita jarang bertemu karena saya harus banyak kegiatan di luar untuk mengkonsolidasikan program NTB. Nanti Pak Sekda yang mengurus NTB dari dalam,” ungkap Gubernur.
Ia menambahkan bahwa pondasi pemerintahan NTB kini sudah cukup kuat untuk melangkah, termasuk dengan hadirnya Sekda baru yang akan mengelola urusan internal.
Di luar sorotan asal daerah, Gubernur tetap menyampaikan pesan utama pelantikan, yaitu ajakan membangun NTB secara berjamaah dan kolaboratif. Ia mengambil pelajaran dari keutamaan sholat berjamaah yang pahalanya 27 kali lipat.
“Mari kita berjamaah untuk membangun NTB, sehingga kita mendapatkan 27 kali lipat pahalanya,” harap Miq Iqbal.
Langkah Gubernur NTB ini memantik kritik dan dinilai sejumlah kalangan termasuk akademisi, aktifis dan pegiat sebagai kebijakan blunder bahkan senjata makan tuan.
” Jika Sekda saja bisa diimport maka kedepan kami akan meminta rakyat Bumi Gora untuk meminta Gubernur KDM atau Sherly Tjoanda menjadi Gubernur NTB,” ucap salah satu aktifis yang enggan disebutkan namanya pada JejakNtb, Sabtu (11/4).
Pelantikan ini menuai reaksi terutama di dunia maya, sejumlah warga net menyoroti kebijakan absurd seorang mantan Dubes RI untuk Turki ini.
Professor Kamaluddin melalui akun pribadinya La Kama Ina Ati yang di-posting beberapa menit yang lalu pun menulis narasi di dinding setianya.
Orang NTB Mendunia? Jadi Sekda di Kampungnya aja tidak laku
Tulis pria yang karib disapa Professor Kamal ini di Facebook dan ditanggapi berbagai netizen, beragam kontra menyelimuti status tersebut.
Salah satu akun bernama Bisri Adi menanggapi, “Nanggung bgd impor sekda Prof…npa ndk skalian impor gubernur jg, ya smisal Bu Sherly or KDM 😄,” sindirnya.
Selain Bisri, ada juga akun Amaq Inaq, dengan narasi yang cukup pedas, tapi bercanda,
“Supaya cepat makmur mendunia, cocoknya orang madura saja jadi sekdanya. Programnya bikin warung sate ke seluruh dunia hhh,” tambahnya. Dan banyak sekali komentar – komentar lainnya yang cukup konstruktif dan bersifat membangun.
(JN)




















