Era Baru Pendidikan: Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di Sekolah Kian Masif

Era Baru Pendidikan: Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) di Sekolah Kian Masif

 

 

MATARAM, JEJAKNTB ||Transformasi digital di sektor pendidikan Indonesia semakin menunjukkan taringnya. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menggenjot implementasi teknologi di ruang kelas, salah satunya melalui pendistribusian dan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) yang kini semakin masif di berbagai sekolah.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program ini dengan meninjau langsung penggunaan smartboard di berbagai sekolah salah satunya termasuk tingkat SD SMP di seluruh Indonesia termasuk Sumbawa.

Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa teknologi ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Kegiatan tersebut telah sukses digelar sejak 21 sampai 22 Desember, dengan total 34 Peserta : berasal dari Komunitas belajar BASIRU Moyo Utara 20 orang dan Ladies Banis 14 orang di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Nusa Tenggara Barat.

 

Kepala BPMP Nusa Tenggara Barat, Katman, S.Pd., M.A., saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/12) menegaskan komitmennya bahwa kegiatan ini bagian dari aktualisasi dan pengejewantahan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Papan interaktif digital (Interactive Flat Panel/IFP) adalah layar sentuh besar seperti komputer raksasa yang menggabungkan fungsi monitor, papan tulis, dan proyektor, memungkinkan guru dan siswa menulis, menggambar, serta berinteraksi langsung dengan konten digital (video, aplikasi, internet) menggunakan jari atau stylus, membuat pembelajaran lebih hidup, kolaboratif, dan modern dibandingkan papan tulis biasa. Perangkat ini terhubung ke sistem operasi (Android/Windows) dan internet, mendukung kegiatan diskusi, presentasi, dan berbagi konten secara real-time, serta membantu digitalisasi pendidikan di Indonesia.,” terangnya.

Sementara, Nara Sumber Khaerudin, S.Pd., mengapresiasi terselenggaranya acara ini.

” Saya sarankan agar acara semakin ditingkatkan, ini sangat bagus membantu dan peserta didik kita menjadi faham dan melek teknologi,” pintanya.

 

Dampak Positif: Kelas Lebih Hidup dan Menyenangkan

Hingga pertengahan November 2025, sebanyak 172.550 unit panel interaktif telah tiba dan dimanfaatkan di sekolah-sekolah serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di 38 provinsi. Data menunjukkan bahwa kehadiran PID mengubah suasana belajar menjadi lebih hidup, interaktif, dan menggembirakan.

Siswa dan guru merasakan langsung perubahan positif ini. Berdasarkan penuturan salah satu siswa di Kota Sumbawa, penggunaan PID membuat imajinasi mereka lebih terpacu, sehingga materi pelajaran lebih mudah dipahami.

“Antusias belajar anak-anak sangat meningkat. Lebih interaktif, menarik, dan atraktif,” ujar Ketua Komunitas Belajar BASIRU Moyo Utara, Eka Laelani, S.Pd.SD., MM.Inov

Senada dengan Ketua Komunitas Belajar BASIRU Moyo Utara, Ketua Komunitas Ladies BANIS pada media ini mengungkapkan bahwa acara ini sangat baik untuk anak-anak bangsa dan entitasnya.

” Sangat baik, dan sangat positif kita perlu merawat dan melestarikannya bila perlu dikembangkan terus kedepannya,” pungkasnya.

 

Pemerataan Digitalisasi hingga Daerah 3T

Komitmen pemerintah tidak berhenti pada kota-kota besar. Pemerataan digitalisasi pendidikan hingga ke daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) menjadi prioritas utama. Diharapkan, dengan adanya PID, ketercapaian pembelajaran dapat meningkat di seluruh pelosok Indonesia.

 

Tantangan Kompetensi Guru

Meskipun penggunaan PID kian masif, pemerintah menegaskan bahwa alat canggih ini tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi guru. Oleh karena itu, berbagai workshop penyusunan materi pembelajaran multimodal dan interaktif terus dilakukan untuk memastikan PID digunakan secara optimal.

Presiden Prabowo juga berpesan agar fasilitas canggih ini dirawat dengan baik oleh seluruh warga sekolah. “Tolong dijaga, dirawat, jangan sampai rusak karena ini milik murid-murid, milik rakyat semuanya,” tutur Presiden.

Program ini diproyeksikan akan terus berlanjut hingga seluruh sekolah di Indonesia terfasilitasi dengan teknologi ini.

Untuk diketahui bahwa Kegiatan ini dengan biaya mandiri dari peserta masing – masing sesuai kesepakatan bersama dan merupakan komitmen sejati dalam mengarusutamakan skill, kompetensi serta knowledge management trainee.

 

Redaksi| JEJAKNTB

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top