Mahasiswa Universitas Fukuyama Jepang Lakukan Pemetaan Sosial di Desa Segala Anyar

LOMBOK TENGAH, JEJAKNTB| Sejumlah mahasiswa dari Universitas Fukuyama, Jepang, melakukan kunjungan lapangan ke beberapa sekolah dan lahan pertanian di Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (20/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari pemetaan sosial melalui metode observasi partisipatif guna memahami secara langsung kondisi sosial dan ekonomi masyarakat desa.

Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Wakai Farm Jepang dan diikuti oleh perwakilan Wakai Farm, yakni Mako dan Yana, bersama mahasiswa Universitas Fukuyama, para petani muda, serta perwakilan kelompok wanita tani Desa Segala Anyar.

Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, S.IP, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman lapangan.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari pemetaan sosial yang dilakukan mahasiswa Universitas Fukuyama melalui metode observasi partisipatif. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga berupaya memahami langsung kehidupan sosial masyarakat Desa Segala Anyar,” ujarnya.

Menurut Ahmad Zaini, para mahasiswa mempelajari bagaimana masyarakat desa terorganisir, mengenali unsur-unsur pembuat kebijakan di tingkat desa, serta mengamati praktik gotong royong dan interaksi antar generasi yang masih terjaga.

Selain itu, mahasiswa juga mengamati dinamika aktivitas sosial masyarakat, khususnya perbedaan kegiatan saat musim tanam dan musim panen. Mereka turut memperhatikan pembagian peran antara laki-laki dan perempuan, baik di sektor pertanian maupun dalam industri rumah tangga.

“Pemetaan ini juga mencakup akses masyarakat terhadap fasilitas publik, seperti sarana pendidikan, metode pembelajaran yang diterapkan, serta akses terhadap layanan kesehatan,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi sejumlah lembaga pendidikan, yakni TK Negeri 5 Pujut, SDN Tuban, dan Pondok Pesantren Nurul Ijtihad NW Tenang. Kehadiran mahasiswa Jepang disambut antusias para siswa yang berinteraksi langsung melalui berbagai kegiatan bersama.

Tidak hanya sektor pendidikan, rombongan juga meninjau lahan pertanian kopi di Dusun Kadik I. Di lokasi tersebut, mahasiswa dan tim Wakai Farm melihat langsung budidaya kopi arabika dan robusta yang dikembangkan di atas tanah hitam dengan pendekatan rekayasa lingkungan lokal secara mandiri oleh petani setempat.

Meski menggunakan transportasi angkutan barang jenis open cup Grand Max yang berbeda dengan moda transportasi di negara asal mereka, keterbatasan waktu dan sarana tidak mengurangi semangat mahasiswa untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang kondisi sosial dan ekonomi masyarakat desa.

Pemerintah Desa Segala Anyar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen Wakai Farm yang telah memfasilitasi kunjungan ini. Kami juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua pihak,” pungkas Ahmad Zaini.

 

Pewarta. Iqik

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
Scroll to Top